Instagram Logo

serrum_studio

Serrum

Serrum is an art collective concern in art and education | @gudskul | @serrum.arthandling | @presisi.indonesia

796
posts
999
followers
4.2K
following

Dapatkan T-shirt gratis buku hasil penelitian Ekstrakurikulab!
Adi Dhigel – Sudut Kalisat

Ukuran & Harga:
L → Rp. 150.000
XL → Rp. 175.000
2XL → Rp. 175.000

Dukunganmu akan membantu keberlanjutan penelitian Ekstrakurikulab 2025 🙏🏽

link order di bio @rurushop dan bisa juga DM Instagram melalui @serrum_studio
jangan lups belanjaa 🛒🛒
•••
Alamat & jam buka toko:
Gudskul Ekosistem
Senin & Kamis (1 PM - 9 PM)
atau kita janjian yesss🥰🤭


100
2 months ago


Dapatkan T-shirt gratis buku hasil penelitian Ekstrakurikulab!
Adi Dhigel – Sudut Kalisat

Ukuran & Harga:
L → Rp. 150.000
XL → Rp. 175.000
2XL → Rp. 175.000

Dukunganmu akan membantu keberlanjutan penelitian Ekstrakurikulab 2025 🙏🏽

link order di bio @rurushop dan bisa juga DM Instagram melalui @serrum_studio
jangan lups belanjaa 🛒🛒
•••
Alamat & jam buka toko:
Gudskul Ekosistem
Senin & Kamis (1 PM - 9 PM)
atau kita janjian yesss🥰🤭


100
2 months ago

Dapatkan T-shirt gratis buku hasil penelitian Ekstrakurikulab!
Adi Dhigel – Sudut Kalisat

Ukuran & Harga:
L → Rp. 150.000
XL → Rp. 175.000
2XL → Rp. 175.000

Dukunganmu akan membantu keberlanjutan penelitian Ekstrakurikulab 2025 🙏🏽

link order di bio @rurushop dan bisa juga DM Instagram melalui @serrum_studio
jangan lups belanjaa 🛒🛒
•••
Alamat & jam buka toko:
Gudskul Ekosistem
Senin & Kamis (1 PM - 9 PM)
atau kita janjian yesss🥰🤭


100
2 months ago

Seni memiliki potensi besar untuk menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai sisi kehidupan manusia. Tidak hanya menyampaikan cerita, tetapi seni juga membuka ruang bagi percakapan baru, terutama tentang isu-isu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari kita, salah satunya adalah pangan.

Konsorsium Simpul Pangan bersama @Serrum_studio, menghadirkan “Cerita Sebelum Makan: Residensi Seni Simpul Pangan”. Mencoba membongkar rantai pangan melalui pendekatan artistik. Dengan menjadikan Bandung sebagai lokus eksplorasi, residensi ini mengurai siklus pangan—produksi, distribusi, konsumsi, hingga sampah makanan—untuk menggali perspektif baru atau alternatif yang jarang terlihat.

📖 Unduh gratis di: linktr.ee/SimpulpanganUF
🔁 Bagikan ke temanmu sekarang!
#UrbanFutures #CeritaSebelumMakan #PanganBerkelanjutan #KotaBandung


126
5 months ago

Seni memiliki potensi besar untuk menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai sisi kehidupan manusia. Tidak hanya menyampaikan cerita, tetapi seni juga membuka ruang bagi percakapan baru, terutama tentang isu-isu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari kita, salah satunya adalah pangan.

Konsorsium Simpul Pangan bersama @Serrum_studio, menghadirkan “Cerita Sebelum Makan: Residensi Seni Simpul Pangan”. Mencoba membongkar rantai pangan melalui pendekatan artistik. Dengan menjadikan Bandung sebagai lokus eksplorasi, residensi ini mengurai siklus pangan—produksi, distribusi, konsumsi, hingga sampah makanan—untuk menggali perspektif baru atau alternatif yang jarang terlihat.

📖 Unduh gratis di: linktr.ee/SimpulpanganUF
🔁 Bagikan ke temanmu sekarang!
#UrbanFutures #CeritaSebelumMakan #PanganBerkelanjutan #KotaBandung


126
5 months ago

Seni memiliki potensi besar untuk menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai sisi kehidupan manusia. Tidak hanya menyampaikan cerita, tetapi seni juga membuka ruang bagi percakapan baru, terutama tentang isu-isu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari kita, salah satunya adalah pangan.

Konsorsium Simpul Pangan bersama @Serrum_studio, menghadirkan “Cerita Sebelum Makan: Residensi Seni Simpul Pangan”. Mencoba membongkar rantai pangan melalui pendekatan artistik. Dengan menjadikan Bandung sebagai lokus eksplorasi, residensi ini mengurai siklus pangan—produksi, distribusi, konsumsi, hingga sampah makanan—untuk menggali perspektif baru atau alternatif yang jarang terlihat.

📖 Unduh gratis di: linktr.ee/SimpulpanganUF
🔁 Bagikan ke temanmu sekarang!
#UrbanFutures #CeritaSebelumMakan #PanganBerkelanjutan #KotaBandung


126
5 months ago

Seni memiliki potensi besar untuk menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai sisi kehidupan manusia. Tidak hanya menyampaikan cerita, tetapi seni juga membuka ruang bagi percakapan baru, terutama tentang isu-isu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari kita, salah satunya adalah pangan.

Konsorsium Simpul Pangan bersama @Serrum_studio, menghadirkan “Cerita Sebelum Makan: Residensi Seni Simpul Pangan”. Mencoba membongkar rantai pangan melalui pendekatan artistik. Dengan menjadikan Bandung sebagai lokus eksplorasi, residensi ini mengurai siklus pangan—produksi, distribusi, konsumsi, hingga sampah makanan—untuk menggali perspektif baru atau alternatif yang jarang terlihat.

📖 Unduh gratis di: linktr.ee/SimpulpanganUF
🔁 Bagikan ke temanmu sekarang!
#UrbanFutures #CeritaSebelumMakan #PanganBerkelanjutan #KotaBandung


126
5 months ago

Seni memiliki potensi besar untuk menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai sisi kehidupan manusia. Tidak hanya menyampaikan cerita, tetapi seni juga membuka ruang bagi percakapan baru, terutama tentang isu-isu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari kita, salah satunya adalah pangan.

Konsorsium Simpul Pangan bersama @Serrum_studio, menghadirkan “Cerita Sebelum Makan: Residensi Seni Simpul Pangan”. Mencoba membongkar rantai pangan melalui pendekatan artistik. Dengan menjadikan Bandung sebagai lokus eksplorasi, residensi ini mengurai siklus pangan—produksi, distribusi, konsumsi, hingga sampah makanan—untuk menggali perspektif baru atau alternatif yang jarang terlihat.

📖 Unduh gratis di: linktr.ee/SimpulpanganUF
🔁 Bagikan ke temanmu sekarang!
#UrbanFutures #CeritaSebelumMakan #PanganBerkelanjutan #KotaBandung


126
5 months ago


Seni memiliki potensi besar untuk menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai sisi kehidupan manusia. Tidak hanya menyampaikan cerita, tetapi seni juga membuka ruang bagi percakapan baru, terutama tentang isu-isu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari kita, salah satunya adalah pangan.

Konsorsium Simpul Pangan bersama @Serrum_studio, menghadirkan “Cerita Sebelum Makan: Residensi Seni Simpul Pangan”. Mencoba membongkar rantai pangan melalui pendekatan artistik. Dengan menjadikan Bandung sebagai lokus eksplorasi, residensi ini mengurai siklus pangan—produksi, distribusi, konsumsi, hingga sampah makanan—untuk menggali perspektif baru atau alternatif yang jarang terlihat.

📖 Unduh gratis di: linktr.ee/SimpulpanganUF
🔁 Bagikan ke temanmu sekarang!
#UrbanFutures #CeritaSebelumMakan #PanganBerkelanjutan #KotaBandung


126
5 months ago

Ekosistem Gudskul Studi Kolektif akan ikut meramaikan Pasar Kolaboraya!

Gudskul Studi Kolektif merupakan ruang inisiatif yang lahir dari semangat jejaring antar-ruang di berbagai daerah. Ekosistem ini meyakini bahwa pengetahuan tidak lahir dari satu kepala, melainkan tumbuh dari pertemuan dan pengalaman bersama.

Ekosistem ini akan dihadiri oleh @gudskulstudikolektif, @riwanua, dan @serrum_studio sebagai perwakilannya di Pasar Kolaboraya.

Dukung dan terhubung dengan ekosistem ini untuk memperbanyak ruang inisiatif di Indonesia ya! 🥰

Pelajari selengkapnya di kolaboraya.id


338
3
6 months ago

Ekosistem Gudskul Studi Kolektif akan ikut meramaikan Pasar Kolaboraya!

Gudskul Studi Kolektif merupakan ruang inisiatif yang lahir dari semangat jejaring antar-ruang di berbagai daerah. Ekosistem ini meyakini bahwa pengetahuan tidak lahir dari satu kepala, melainkan tumbuh dari pertemuan dan pengalaman bersama.

Ekosistem ini akan dihadiri oleh @gudskulstudikolektif, @riwanua, dan @serrum_studio sebagai perwakilannya di Pasar Kolaboraya.

Dukung dan terhubung dengan ekosistem ini untuk memperbanyak ruang inisiatif di Indonesia ya! 🥰

Pelajari selengkapnya di kolaboraya.id


338
3
6 months ago

Ekosistem Gudskul Studi Kolektif akan ikut meramaikan Pasar Kolaboraya!

Gudskul Studi Kolektif merupakan ruang inisiatif yang lahir dari semangat jejaring antar-ruang di berbagai daerah. Ekosistem ini meyakini bahwa pengetahuan tidak lahir dari satu kepala, melainkan tumbuh dari pertemuan dan pengalaman bersama.

Ekosistem ini akan dihadiri oleh @gudskulstudikolektif, @riwanua, dan @serrum_studio sebagai perwakilannya di Pasar Kolaboraya.

Dukung dan terhubung dengan ekosistem ini untuk memperbanyak ruang inisiatif di Indonesia ya! 🥰

Pelajari selengkapnya di kolaboraya.id


338
3
6 months ago

Ekosistem Gudskul Studi Kolektif akan ikut meramaikan Pasar Kolaboraya!

Gudskul Studi Kolektif merupakan ruang inisiatif yang lahir dari semangat jejaring antar-ruang di berbagai daerah. Ekosistem ini meyakini bahwa pengetahuan tidak lahir dari satu kepala, melainkan tumbuh dari pertemuan dan pengalaman bersama.

Ekosistem ini akan dihadiri oleh @gudskulstudikolektif, @riwanua, dan @serrum_studio sebagai perwakilannya di Pasar Kolaboraya.

Dukung dan terhubung dengan ekosistem ini untuk memperbanyak ruang inisiatif di Indonesia ya! 🥰

Pelajari selengkapnya di kolaboraya.id


338
3
6 months ago

Ekosistem Gudskul Studi Kolektif akan ikut meramaikan Pasar Kolaboraya!

Gudskul Studi Kolektif merupakan ruang inisiatif yang lahir dari semangat jejaring antar-ruang di berbagai daerah. Ekosistem ini meyakini bahwa pengetahuan tidak lahir dari satu kepala, melainkan tumbuh dari pertemuan dan pengalaman bersama.

Ekosistem ini akan dihadiri oleh @gudskulstudikolektif, @riwanua, dan @serrum_studio sebagai perwakilannya di Pasar Kolaboraya.

Dukung dan terhubung dengan ekosistem ini untuk memperbanyak ruang inisiatif di Indonesia ya! 🥰

Pelajari selengkapnya di kolaboraya.id


338
3
6 months ago

Serrum hadir dalam rangka perayaan 25 tahun ruangrupa dan @demajorsrecs melalui program RURU25 Poros Lumbung @ruangrupa di Hall D @synchronizefest 25 pada 3–5 Oktober 2025. Dalam momen ini, kami menghadirkan presentasi Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah – sebuah proses riset dan pembacaan kolektif seni yang telah berjalan secara berkelanjutan sejak 2024.

Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah 2024 menjadi titik awal untuk memetakan praktik kolektif sebagai ruang belajar melalui enam kolektif dari berbagai wilayah Indonesia:
Forum Sudut Pandang (Palu), Jatiwangi art Factory (Majalengka), Sudut Kalisat (Jember), Indonesia Art Movement (Jayapura), Komunitas Kahe (Maumere), dan Tepian Kolektif (Berau).

Pada Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah 2025, pembacaan diperluas dengan menghadirkan ruangrupa (Jakarta), memperlihatkan bagaimana praktik kolektif berkembang dalam konteks ekosistem yang lebih luas.

Proses ini melibatkan penulis Karina Adistiana, Gesyada Siregar, Angga Wijaya, Wahyudi Wacil, Moch Hasrul, dan Rifandi Nugroho, serta diperkuat oleh para harvester visual: RM Herwibowo, Arief “Atto” Widiarso, Arief “Arman” Rahman, Adi Dhigel, Wiratama, dan Ervance Dwi Putra.

Sebagai bagian dari presentasi, Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah juga menghadirkan karya-karya video dari Gelar Soemantri, Bagasworo Aryaningtias, Fauzan Rafli, JJ Adibrata, MG Pringgotono, Topan Darmawan, dan Haviz Maha, yang menafsirkan dinamika kolektif sebagai ruang produksi pengetahuan bersama.


121
1
7 months ago


Serrum hadir dalam rangka perayaan 25 tahun ruangrupa dan @demajorsrecs melalui program RURU25 Poros Lumbung @ruangrupa di Hall D @synchronizefest 25 pada 3–5 Oktober 2025. Dalam momen ini, kami menghadirkan presentasi Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah – sebuah proses riset dan pembacaan kolektif seni yang telah berjalan secara berkelanjutan sejak 2024.

Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah 2024 menjadi titik awal untuk memetakan praktik kolektif sebagai ruang belajar melalui enam kolektif dari berbagai wilayah Indonesia:
Forum Sudut Pandang (Palu), Jatiwangi art Factory (Majalengka), Sudut Kalisat (Jember), Indonesia Art Movement (Jayapura), Komunitas Kahe (Maumere), dan Tepian Kolektif (Berau).

Pada Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah 2025, pembacaan diperluas dengan menghadirkan ruangrupa (Jakarta), memperlihatkan bagaimana praktik kolektif berkembang dalam konteks ekosistem yang lebih luas.

Proses ini melibatkan penulis Karina Adistiana, Gesyada Siregar, Angga Wijaya, Wahyudi Wacil, Moch Hasrul, dan Rifandi Nugroho, serta diperkuat oleh para harvester visual: RM Herwibowo, Arief “Atto” Widiarso, Arief “Arman” Rahman, Adi Dhigel, Wiratama, dan Ervance Dwi Putra.

Sebagai bagian dari presentasi, Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah juga menghadirkan karya-karya video dari Gelar Soemantri, Bagasworo Aryaningtias, Fauzan Rafli, JJ Adibrata, MG Pringgotono, Topan Darmawan, dan Haviz Maha, yang menafsirkan dinamika kolektif sebagai ruang produksi pengetahuan bersama.


121
1
7 months ago

Serrum hadir dalam rangka perayaan 25 tahun ruangrupa dan @demajorsrecs melalui program RURU25 Poros Lumbung @ruangrupa di Hall D @synchronizefest 25 pada 3–5 Oktober 2025. Dalam momen ini, kami menghadirkan presentasi Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah – sebuah proses riset dan pembacaan kolektif seni yang telah berjalan secara berkelanjutan sejak 2024.

Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah 2024 menjadi titik awal untuk memetakan praktik kolektif sebagai ruang belajar melalui enam kolektif dari berbagai wilayah Indonesia:
Forum Sudut Pandang (Palu), Jatiwangi art Factory (Majalengka), Sudut Kalisat (Jember), Indonesia Art Movement (Jayapura), Komunitas Kahe (Maumere), dan Tepian Kolektif (Berau).

Pada Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah 2025, pembacaan diperluas dengan menghadirkan ruangrupa (Jakarta), memperlihatkan bagaimana praktik kolektif berkembang dalam konteks ekosistem yang lebih luas.

Proses ini melibatkan penulis Karina Adistiana, Gesyada Siregar, Angga Wijaya, Wahyudi Wacil, Moch Hasrul, dan Rifandi Nugroho, serta diperkuat oleh para harvester visual: RM Herwibowo, Arief “Atto” Widiarso, Arief “Arman” Rahman, Adi Dhigel, Wiratama, dan Ervance Dwi Putra.

Sebagai bagian dari presentasi, Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah juga menghadirkan karya-karya video dari Gelar Soemantri, Bagasworo Aryaningtias, Fauzan Rafli, JJ Adibrata, MG Pringgotono, Topan Darmawan, dan Haviz Maha, yang menafsirkan dinamika kolektif sebagai ruang produksi pengetahuan bersama.


121
1
7 months ago

Serrum hadir dalam rangka perayaan 25 tahun ruangrupa dan @demajorsrecs melalui program RURU25 Poros Lumbung @ruangrupa di Hall D @synchronizefest 25 pada 3–5 Oktober 2025. Dalam momen ini, kami menghadirkan presentasi Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah – sebuah proses riset dan pembacaan kolektif seni yang telah berjalan secara berkelanjutan sejak 2024.

Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah 2024 menjadi titik awal untuk memetakan praktik kolektif sebagai ruang belajar melalui enam kolektif dari berbagai wilayah Indonesia:
Forum Sudut Pandang (Palu), Jatiwangi art Factory (Majalengka), Sudut Kalisat (Jember), Indonesia Art Movement (Jayapura), Komunitas Kahe (Maumere), dan Tepian Kolektif (Berau).

Pada Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah 2025, pembacaan diperluas dengan menghadirkan ruangrupa (Jakarta), memperlihatkan bagaimana praktik kolektif berkembang dalam konteks ekosistem yang lebih luas.

Proses ini melibatkan penulis Karina Adistiana, Gesyada Siregar, Angga Wijaya, Wahyudi Wacil, Moch Hasrul, dan Rifandi Nugroho, serta diperkuat oleh para harvester visual: RM Herwibowo, Arief “Atto” Widiarso, Arief “Arman” Rahman, Adi Dhigel, Wiratama, dan Ervance Dwi Putra.

Sebagai bagian dari presentasi, Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah juga menghadirkan karya-karya video dari Gelar Soemantri, Bagasworo Aryaningtias, Fauzan Rafli, JJ Adibrata, MG Pringgotono, Topan Darmawan, dan Haviz Maha, yang menafsirkan dinamika kolektif sebagai ruang produksi pengetahuan bersama.


121
1
7 months ago

Serrum hadir dalam rangka perayaan 25 tahun ruangrupa dan @demajorsrecs melalui program RURU25 Poros Lumbung @ruangrupa di Hall D @synchronizefest 25 pada 3–5 Oktober 2025. Dalam momen ini, kami menghadirkan presentasi Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah – sebuah proses riset dan pembacaan kolektif seni yang telah berjalan secara berkelanjutan sejak 2024.

Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah 2024 menjadi titik awal untuk memetakan praktik kolektif sebagai ruang belajar melalui enam kolektif dari berbagai wilayah Indonesia:
Forum Sudut Pandang (Palu), Jatiwangi art Factory (Majalengka), Sudut Kalisat (Jember), Indonesia Art Movement (Jayapura), Komunitas Kahe (Maumere), dan Tepian Kolektif (Berau).

Pada Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah 2025, pembacaan diperluas dengan menghadirkan ruangrupa (Jakarta), memperlihatkan bagaimana praktik kolektif berkembang dalam konteks ekosistem yang lebih luas.

Proses ini melibatkan penulis Karina Adistiana, Gesyada Siregar, Angga Wijaya, Wahyudi Wacil, Moch Hasrul, dan Rifandi Nugroho, serta diperkuat oleh para harvester visual: RM Herwibowo, Arief “Atto” Widiarso, Arief “Arman” Rahman, Adi Dhigel, Wiratama, dan Ervance Dwi Putra.

Sebagai bagian dari presentasi, Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah juga menghadirkan karya-karya video dari Gelar Soemantri, Bagasworo Aryaningtias, Fauzan Rafli, JJ Adibrata, MG Pringgotono, Topan Darmawan, dan Haviz Maha, yang menafsirkan dinamika kolektif sebagai ruang produksi pengetahuan bersama.


121
1
7 months ago

Serrum hadir dalam rangka perayaan 25 tahun ruangrupa dan @demajorsrecs melalui program RURU25 Poros Lumbung @ruangrupa di Hall D @synchronizefest 25 pada 3–5 Oktober 2025. Dalam momen ini, kami menghadirkan presentasi Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah – sebuah proses riset dan pembacaan kolektif seni yang telah berjalan secara berkelanjutan sejak 2024.

Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah 2024 menjadi titik awal untuk memetakan praktik kolektif sebagai ruang belajar melalui enam kolektif dari berbagai wilayah Indonesia:
Forum Sudut Pandang (Palu), Jatiwangi art Factory (Majalengka), Sudut Kalisat (Jember), Indonesia Art Movement (Jayapura), Komunitas Kahe (Maumere), dan Tepian Kolektif (Berau).

Pada Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah 2025, pembacaan diperluas dengan menghadirkan ruangrupa (Jakarta), memperlihatkan bagaimana praktik kolektif berkembang dalam konteks ekosistem yang lebih luas.

Proses ini melibatkan penulis Karina Adistiana, Gesyada Siregar, Angga Wijaya, Wahyudi Wacil, Moch Hasrul, dan Rifandi Nugroho, serta diperkuat oleh para harvester visual: RM Herwibowo, Arief “Atto” Widiarso, Arief “Arman” Rahman, Adi Dhigel, Wiratama, dan Ervance Dwi Putra.

Sebagai bagian dari presentasi, Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah juga menghadirkan karya-karya video dari Gelar Soemantri, Bagasworo Aryaningtias, Fauzan Rafli, JJ Adibrata, MG Pringgotono, Topan Darmawan, dan Haviz Maha, yang menafsirkan dinamika kolektif sebagai ruang produksi pengetahuan bersama.


121
1
7 months ago

Serrum hadir dalam rangka perayaan 25 tahun ruangrupa dan @demajorsrecs melalui program RURU25 Poros Lumbung @ruangrupa di Hall D @synchronizefest 25 pada 3–5 Oktober 2025. Dalam momen ini, kami menghadirkan presentasi Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah – sebuah proses riset dan pembacaan kolektif seni yang telah berjalan secara berkelanjutan sejak 2024.

Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah 2024 menjadi titik awal untuk memetakan praktik kolektif sebagai ruang belajar melalui enam kolektif dari berbagai wilayah Indonesia:
Forum Sudut Pandang (Palu), Jatiwangi art Factory (Majalengka), Sudut Kalisat (Jember), Indonesia Art Movement (Jayapura), Komunitas Kahe (Maumere), dan Tepian Kolektif (Berau).

Pada Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah 2025, pembacaan diperluas dengan menghadirkan ruangrupa (Jakarta), memperlihatkan bagaimana praktik kolektif berkembang dalam konteks ekosistem yang lebih luas.

Proses ini melibatkan penulis Karina Adistiana, Gesyada Siregar, Angga Wijaya, Wahyudi Wacil, Moch Hasrul, dan Rifandi Nugroho, serta diperkuat oleh para harvester visual: RM Herwibowo, Arief “Atto” Widiarso, Arief “Arman” Rahman, Adi Dhigel, Wiratama, dan Ervance Dwi Putra.

Sebagai bagian dari presentasi, Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah juga menghadirkan karya-karya video dari Gelar Soemantri, Bagasworo Aryaningtias, Fauzan Rafli, JJ Adibrata, MG Pringgotono, Topan Darmawan, dan Haviz Maha, yang menafsirkan dinamika kolektif sebagai ruang produksi pengetahuan bersama.


121
1
7 months ago


Serrum hadir dalam rangka perayaan 25 tahun ruangrupa dan @demajorsrecs melalui program RURU25 Poros Lumbung @ruangrupa di Hall D @synchronizefest 25 pada 3–5 Oktober 2025. Dalam momen ini, kami menghadirkan presentasi Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah – sebuah proses riset dan pembacaan kolektif seni yang telah berjalan secara berkelanjutan sejak 2024.

Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah 2024 menjadi titik awal untuk memetakan praktik kolektif sebagai ruang belajar melalui enam kolektif dari berbagai wilayah Indonesia:
Forum Sudut Pandang (Palu), Jatiwangi art Factory (Majalengka), Sudut Kalisat (Jember), Indonesia Art Movement (Jayapura), Komunitas Kahe (Maumere), dan Tepian Kolektif (Berau).

Pada Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah 2025, pembacaan diperluas dengan menghadirkan ruangrupa (Jakarta), memperlihatkan bagaimana praktik kolektif berkembang dalam konteks ekosistem yang lebih luas.

Proses ini melibatkan penulis Karina Adistiana, Gesyada Siregar, Angga Wijaya, Wahyudi Wacil, Moch Hasrul, dan Rifandi Nugroho, serta diperkuat oleh para harvester visual: RM Herwibowo, Arief “Atto” Widiarso, Arief “Arman” Rahman, Adi Dhigel, Wiratama, dan Ervance Dwi Putra.

Sebagai bagian dari presentasi, Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah juga menghadirkan karya-karya video dari Gelar Soemantri, Bagasworo Aryaningtias, Fauzan Rafli, JJ Adibrata, MG Pringgotono, Topan Darmawan, dan Haviz Maha, yang menafsirkan dinamika kolektif sebagai ruang produksi pengetahuan bersama.


121
1
7 months ago

Serrum hadir dalam rangka perayaan 25 tahun ruangrupa dan @demajorsrecs melalui program RURU25 Poros Lumbung @ruangrupa di Hall D @synchronizefest 25 pada 3–5 Oktober 2025. Dalam momen ini, kami menghadirkan presentasi Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah – sebuah proses riset dan pembacaan kolektif seni yang telah berjalan secara berkelanjutan sejak 2024.

Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah 2024 menjadi titik awal untuk memetakan praktik kolektif sebagai ruang belajar melalui enam kolektif dari berbagai wilayah Indonesia:
Forum Sudut Pandang (Palu), Jatiwangi art Factory (Majalengka), Sudut Kalisat (Jember), Indonesia Art Movement (Jayapura), Komunitas Kahe (Maumere), dan Tepian Kolektif (Berau).

Pada Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah 2025, pembacaan diperluas dengan menghadirkan ruangrupa (Jakarta), memperlihatkan bagaimana praktik kolektif berkembang dalam konteks ekosistem yang lebih luas.

Proses ini melibatkan penulis Karina Adistiana, Gesyada Siregar, Angga Wijaya, Wahyudi Wacil, Moch Hasrul, dan Rifandi Nugroho, serta diperkuat oleh para harvester visual: RM Herwibowo, Arief “Atto” Widiarso, Arief “Arman” Rahman, Adi Dhigel, Wiratama, dan Ervance Dwi Putra.

Sebagai bagian dari presentasi, Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah juga menghadirkan karya-karya video dari Gelar Soemantri, Bagasworo Aryaningtias, Fauzan Rafli, JJ Adibrata, MG Pringgotono, Topan Darmawan, dan Haviz Maha, yang menafsirkan dinamika kolektif sebagai ruang produksi pengetahuan bersama.


121
1
7 months ago

Serrum hadir dalam rangka perayaan 25 tahun ruangrupa dan @demajorsrecs melalui program RURU25 Poros Lumbung @ruangrupa di Hall D @synchronizefest 25 pada 3–5 Oktober 2025. Dalam momen ini, kami menghadirkan presentasi Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah – sebuah proses riset dan pembacaan kolektif seni yang telah berjalan secara berkelanjutan sejak 2024.

Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah 2024 menjadi titik awal untuk memetakan praktik kolektif sebagai ruang belajar melalui enam kolektif dari berbagai wilayah Indonesia:
Forum Sudut Pandang (Palu), Jatiwangi art Factory (Majalengka), Sudut Kalisat (Jember), Indonesia Art Movement (Jayapura), Komunitas Kahe (Maumere), dan Tepian Kolektif (Berau).

Pada Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah 2025, pembacaan diperluas dengan menghadirkan ruangrupa (Jakarta), memperlihatkan bagaimana praktik kolektif berkembang dalam konteks ekosistem yang lebih luas.

Proses ini melibatkan penulis Karina Adistiana, Gesyada Siregar, Angga Wijaya, Wahyudi Wacil, Moch Hasrul, dan Rifandi Nugroho, serta diperkuat oleh para harvester visual: RM Herwibowo, Arief “Atto” Widiarso, Arief “Arman” Rahman, Adi Dhigel, Wiratama, dan Ervance Dwi Putra.

Sebagai bagian dari presentasi, Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah juga menghadirkan karya-karya video dari Gelar Soemantri, Bagasworo Aryaningtias, Fauzan Rafli, JJ Adibrata, MG Pringgotono, Topan Darmawan, dan Haviz Maha, yang menafsirkan dinamika kolektif sebagai ruang produksi pengetahuan bersama.


121
1
7 months ago

14
8 months ago

Bandung, 25 Agustus 2025
Telah berlangsung diseminasi pengetahuan dari Residensi Seni Urban Futures, program riset berbasis seni yang dikuratori oleh Serrum, bersama M. Rico Wicaksono dan Anggawedhaswhara.

Dilaksanakan pada November 2024 – Januari 2025, residensi ini melibatkan empat seniman: Anita Bonit, Tsabita Aqdimah, Gilang Mustofa, dan Radni Thiemann Beelt. Mereka mengeksplorasi kompleksitas rantai pangan kota Bandung—mulai dari produksi, distribusi, konsumsi, hingga pengelolaan limbah pangan (food waste)—dengan pendekatan artistik dan kolaboratif bersama para host lokal.

Diseminasi ini bukan hanya soal karya. Ia menjadi ruang temu lintas peran yang menghadirkan seniman, host, dan pelaku pangan dalam sesi diskusi terbuka yang dimoderatori oleh Wacil Wahyudi. Mereka berbagi pengalaman dari empat lokus residensi, membahas tantangan dan temuan seputar isu pangan kota secara mendalam dan setara.

Acara ini juga sekaligus menjadi peluncuran buku Cerita Sebelum Makan: Residensi Seni Urban Futures, yang merangkum perjalanan, refleksi, dan pemikiran selama proses residensi.
Buku ini bisa diunduh secara gratis melalui website: residensiseniurbanfutures.serrum.id

Selain diskusi, publik juga dapat menikmati pameran karya hasil residensi sebagai wujud artistik dari proses pembelajaran dan eksplorasi yang telah dilalui para seniman selama program berlangsung.

Residensi ini merupakan kerja sama antara Serrum dan Konsorsium Simpul Pangan.


102
1
8 months ago

Bandung, 25 Agustus 2025
Telah berlangsung diseminasi pengetahuan dari Residensi Seni Urban Futures, program riset berbasis seni yang dikuratori oleh Serrum, bersama M. Rico Wicaksono dan Anggawedhaswhara.

Dilaksanakan pada November 2024 – Januari 2025, residensi ini melibatkan empat seniman: Anita Bonit, Tsabita Aqdimah, Gilang Mustofa, dan Radni Thiemann Beelt. Mereka mengeksplorasi kompleksitas rantai pangan kota Bandung—mulai dari produksi, distribusi, konsumsi, hingga pengelolaan limbah pangan (food waste)—dengan pendekatan artistik dan kolaboratif bersama para host lokal.

Diseminasi ini bukan hanya soal karya. Ia menjadi ruang temu lintas peran yang menghadirkan seniman, host, dan pelaku pangan dalam sesi diskusi terbuka yang dimoderatori oleh Wacil Wahyudi. Mereka berbagi pengalaman dari empat lokus residensi, membahas tantangan dan temuan seputar isu pangan kota secara mendalam dan setara.

Acara ini juga sekaligus menjadi peluncuran buku Cerita Sebelum Makan: Residensi Seni Urban Futures, yang merangkum perjalanan, refleksi, dan pemikiran selama proses residensi.
Buku ini bisa diunduh secara gratis melalui website: residensiseniurbanfutures.serrum.id

Selain diskusi, publik juga dapat menikmati pameran karya hasil residensi sebagai wujud artistik dari proses pembelajaran dan eksplorasi yang telah dilalui para seniman selama program berlangsung.

Residensi ini merupakan kerja sama antara Serrum dan Konsorsium Simpul Pangan.


102
1
8 months ago

Bandung, 25 Agustus 2025
Telah berlangsung diseminasi pengetahuan dari Residensi Seni Urban Futures, program riset berbasis seni yang dikuratori oleh Serrum, bersama M. Rico Wicaksono dan Anggawedhaswhara.

Dilaksanakan pada November 2024 – Januari 2025, residensi ini melibatkan empat seniman: Anita Bonit, Tsabita Aqdimah, Gilang Mustofa, dan Radni Thiemann Beelt. Mereka mengeksplorasi kompleksitas rantai pangan kota Bandung—mulai dari produksi, distribusi, konsumsi, hingga pengelolaan limbah pangan (food waste)—dengan pendekatan artistik dan kolaboratif bersama para host lokal.

Diseminasi ini bukan hanya soal karya. Ia menjadi ruang temu lintas peran yang menghadirkan seniman, host, dan pelaku pangan dalam sesi diskusi terbuka yang dimoderatori oleh Wacil Wahyudi. Mereka berbagi pengalaman dari empat lokus residensi, membahas tantangan dan temuan seputar isu pangan kota secara mendalam dan setara.

Acara ini juga sekaligus menjadi peluncuran buku Cerita Sebelum Makan: Residensi Seni Urban Futures, yang merangkum perjalanan, refleksi, dan pemikiran selama proses residensi.
Buku ini bisa diunduh secara gratis melalui website: residensiseniurbanfutures.serrum.id

Selain diskusi, publik juga dapat menikmati pameran karya hasil residensi sebagai wujud artistik dari proses pembelajaran dan eksplorasi yang telah dilalui para seniman selama program berlangsung.

Residensi ini merupakan kerja sama antara Serrum dan Konsorsium Simpul Pangan.


102
1
8 months ago

Bandung, 25 Agustus 2025
Telah berlangsung diseminasi pengetahuan dari Residensi Seni Urban Futures, program riset berbasis seni yang dikuratori oleh Serrum, bersama M. Rico Wicaksono dan Anggawedhaswhara.

Dilaksanakan pada November 2024 – Januari 2025, residensi ini melibatkan empat seniman: Anita Bonit, Tsabita Aqdimah, Gilang Mustofa, dan Radni Thiemann Beelt. Mereka mengeksplorasi kompleksitas rantai pangan kota Bandung—mulai dari produksi, distribusi, konsumsi, hingga pengelolaan limbah pangan (food waste)—dengan pendekatan artistik dan kolaboratif bersama para host lokal.

Diseminasi ini bukan hanya soal karya. Ia menjadi ruang temu lintas peran yang menghadirkan seniman, host, dan pelaku pangan dalam sesi diskusi terbuka yang dimoderatori oleh Wacil Wahyudi. Mereka berbagi pengalaman dari empat lokus residensi, membahas tantangan dan temuan seputar isu pangan kota secara mendalam dan setara.

Acara ini juga sekaligus menjadi peluncuran buku Cerita Sebelum Makan: Residensi Seni Urban Futures, yang merangkum perjalanan, refleksi, dan pemikiran selama proses residensi.
Buku ini bisa diunduh secara gratis melalui website: residensiseniurbanfutures.serrum.id

Selain diskusi, publik juga dapat menikmati pameran karya hasil residensi sebagai wujud artistik dari proses pembelajaran dan eksplorasi yang telah dilalui para seniman selama program berlangsung.

Residensi ini merupakan kerja sama antara Serrum dan Konsorsium Simpul Pangan.


102
1
8 months ago

Bandung, 25 Agustus 2025
Telah berlangsung diseminasi pengetahuan dari Residensi Seni Urban Futures, program riset berbasis seni yang dikuratori oleh Serrum, bersama M. Rico Wicaksono dan Anggawedhaswhara.

Dilaksanakan pada November 2024 – Januari 2025, residensi ini melibatkan empat seniman: Anita Bonit, Tsabita Aqdimah, Gilang Mustofa, dan Radni Thiemann Beelt. Mereka mengeksplorasi kompleksitas rantai pangan kota Bandung—mulai dari produksi, distribusi, konsumsi, hingga pengelolaan limbah pangan (food waste)—dengan pendekatan artistik dan kolaboratif bersama para host lokal.

Diseminasi ini bukan hanya soal karya. Ia menjadi ruang temu lintas peran yang menghadirkan seniman, host, dan pelaku pangan dalam sesi diskusi terbuka yang dimoderatori oleh Wacil Wahyudi. Mereka berbagi pengalaman dari empat lokus residensi, membahas tantangan dan temuan seputar isu pangan kota secara mendalam dan setara.

Acara ini juga sekaligus menjadi peluncuran buku Cerita Sebelum Makan: Residensi Seni Urban Futures, yang merangkum perjalanan, refleksi, dan pemikiran selama proses residensi.
Buku ini bisa diunduh secara gratis melalui website: residensiseniurbanfutures.serrum.id

Selain diskusi, publik juga dapat menikmati pameran karya hasil residensi sebagai wujud artistik dari proses pembelajaran dan eksplorasi yang telah dilalui para seniman selama program berlangsung.

Residensi ini merupakan kerja sama antara Serrum dan Konsorsium Simpul Pangan.


102
1
8 months ago

Bandung, 25 Agustus 2025
Telah berlangsung diseminasi pengetahuan dari Residensi Seni Urban Futures, program riset berbasis seni yang dikuratori oleh Serrum, bersama M. Rico Wicaksono dan Anggawedhaswhara.

Dilaksanakan pada November 2024 – Januari 2025, residensi ini melibatkan empat seniman: Anita Bonit, Tsabita Aqdimah, Gilang Mustofa, dan Radni Thiemann Beelt. Mereka mengeksplorasi kompleksitas rantai pangan kota Bandung—mulai dari produksi, distribusi, konsumsi, hingga pengelolaan limbah pangan (food waste)—dengan pendekatan artistik dan kolaboratif bersama para host lokal.

Diseminasi ini bukan hanya soal karya. Ia menjadi ruang temu lintas peran yang menghadirkan seniman, host, dan pelaku pangan dalam sesi diskusi terbuka yang dimoderatori oleh Wacil Wahyudi. Mereka berbagi pengalaman dari empat lokus residensi, membahas tantangan dan temuan seputar isu pangan kota secara mendalam dan setara.

Acara ini juga sekaligus menjadi peluncuran buku Cerita Sebelum Makan: Residensi Seni Urban Futures, yang merangkum perjalanan, refleksi, dan pemikiran selama proses residensi.
Buku ini bisa diunduh secara gratis melalui website: residensiseniurbanfutures.serrum.id

Selain diskusi, publik juga dapat menikmati pameran karya hasil residensi sebagai wujud artistik dari proses pembelajaran dan eksplorasi yang telah dilalui para seniman selama program berlangsung.

Residensi ini merupakan kerja sama antara Serrum dan Konsorsium Simpul Pangan.


102
1
8 months ago

Bandung, 25 Agustus 2025
Telah berlangsung diseminasi pengetahuan dari Residensi Seni Urban Futures, program riset berbasis seni yang dikuratori oleh Serrum, bersama M. Rico Wicaksono dan Anggawedhaswhara.

Dilaksanakan pada November 2024 – Januari 2025, residensi ini melibatkan empat seniman: Anita Bonit, Tsabita Aqdimah, Gilang Mustofa, dan Radni Thiemann Beelt. Mereka mengeksplorasi kompleksitas rantai pangan kota Bandung—mulai dari produksi, distribusi, konsumsi, hingga pengelolaan limbah pangan (food waste)—dengan pendekatan artistik dan kolaboratif bersama para host lokal.

Diseminasi ini bukan hanya soal karya. Ia menjadi ruang temu lintas peran yang menghadirkan seniman, host, dan pelaku pangan dalam sesi diskusi terbuka yang dimoderatori oleh Wacil Wahyudi. Mereka berbagi pengalaman dari empat lokus residensi, membahas tantangan dan temuan seputar isu pangan kota secara mendalam dan setara.

Acara ini juga sekaligus menjadi peluncuran buku Cerita Sebelum Makan: Residensi Seni Urban Futures, yang merangkum perjalanan, refleksi, dan pemikiran selama proses residensi.
Buku ini bisa diunduh secara gratis melalui website: residensiseniurbanfutures.serrum.id

Selain diskusi, publik juga dapat menikmati pameran karya hasil residensi sebagai wujud artistik dari proses pembelajaran dan eksplorasi yang telah dilalui para seniman selama program berlangsung.

Residensi ini merupakan kerja sama antara Serrum dan Konsorsium Simpul Pangan.


102
1
8 months ago

Bandung, 25 Agustus 2025
Telah berlangsung diseminasi pengetahuan dari Residensi Seni Urban Futures, program riset berbasis seni yang dikuratori oleh Serrum, bersama M. Rico Wicaksono dan Anggawedhaswhara.

Dilaksanakan pada November 2024 – Januari 2025, residensi ini melibatkan empat seniman: Anita Bonit, Tsabita Aqdimah, Gilang Mustofa, dan Radni Thiemann Beelt. Mereka mengeksplorasi kompleksitas rantai pangan kota Bandung—mulai dari produksi, distribusi, konsumsi, hingga pengelolaan limbah pangan (food waste)—dengan pendekatan artistik dan kolaboratif bersama para host lokal.

Diseminasi ini bukan hanya soal karya. Ia menjadi ruang temu lintas peran yang menghadirkan seniman, host, dan pelaku pangan dalam sesi diskusi terbuka yang dimoderatori oleh Wacil Wahyudi. Mereka berbagi pengalaman dari empat lokus residensi, membahas tantangan dan temuan seputar isu pangan kota secara mendalam dan setara.

Acara ini juga sekaligus menjadi peluncuran buku Cerita Sebelum Makan: Residensi Seni Urban Futures, yang merangkum perjalanan, refleksi, dan pemikiran selama proses residensi.
Buku ini bisa diunduh secara gratis melalui website: residensiseniurbanfutures.serrum.id

Selain diskusi, publik juga dapat menikmati pameran karya hasil residensi sebagai wujud artistik dari proses pembelajaran dan eksplorasi yang telah dilalui para seniman selama program berlangsung.

Residensi ini merupakan kerja sama antara Serrum dan Konsorsium Simpul Pangan.


102
1
8 months ago

Bandung, 25 Agustus 2025
Telah berlangsung diseminasi pengetahuan dari Residensi Seni Urban Futures, program riset berbasis seni yang dikuratori oleh Serrum, bersama M. Rico Wicaksono dan Anggawedhaswhara.

Dilaksanakan pada November 2024 – Januari 2025, residensi ini melibatkan empat seniman: Anita Bonit, Tsabita Aqdimah, Gilang Mustofa, dan Radni Thiemann Beelt. Mereka mengeksplorasi kompleksitas rantai pangan kota Bandung—mulai dari produksi, distribusi, konsumsi, hingga pengelolaan limbah pangan (food waste)—dengan pendekatan artistik dan kolaboratif bersama para host lokal.

Diseminasi ini bukan hanya soal karya. Ia menjadi ruang temu lintas peran yang menghadirkan seniman, host, dan pelaku pangan dalam sesi diskusi terbuka yang dimoderatori oleh Wacil Wahyudi. Mereka berbagi pengalaman dari empat lokus residensi, membahas tantangan dan temuan seputar isu pangan kota secara mendalam dan setara.

Acara ini juga sekaligus menjadi peluncuran buku Cerita Sebelum Makan: Residensi Seni Urban Futures, yang merangkum perjalanan, refleksi, dan pemikiran selama proses residensi.
Buku ini bisa diunduh secara gratis melalui website: residensiseniurbanfutures.serrum.id

Selain diskusi, publik juga dapat menikmati pameran karya hasil residensi sebagai wujud artistik dari proses pembelajaran dan eksplorasi yang telah dilalui para seniman selama program berlangsung.

Residensi ini merupakan kerja sama antara Serrum dan Konsorsium Simpul Pangan.


102
1
8 months ago

Bandung, 25 Agustus 2025
Telah berlangsung diseminasi pengetahuan dari Residensi Seni Urban Futures, program riset berbasis seni yang dikuratori oleh Serrum, bersama M. Rico Wicaksono dan Anggawedhaswhara.

Dilaksanakan pada November 2024 – Januari 2025, residensi ini melibatkan empat seniman: Anita Bonit, Tsabita Aqdimah, Gilang Mustofa, dan Radni Thiemann Beelt. Mereka mengeksplorasi kompleksitas rantai pangan kota Bandung—mulai dari produksi, distribusi, konsumsi, hingga pengelolaan limbah pangan (food waste)—dengan pendekatan artistik dan kolaboratif bersama para host lokal.

Diseminasi ini bukan hanya soal karya. Ia menjadi ruang temu lintas peran yang menghadirkan seniman, host, dan pelaku pangan dalam sesi diskusi terbuka yang dimoderatori oleh Wacil Wahyudi. Mereka berbagi pengalaman dari empat lokus residensi, membahas tantangan dan temuan seputar isu pangan kota secara mendalam dan setara.

Acara ini juga sekaligus menjadi peluncuran buku Cerita Sebelum Makan: Residensi Seni Urban Futures, yang merangkum perjalanan, refleksi, dan pemikiran selama proses residensi.
Buku ini bisa diunduh secara gratis melalui website: residensiseniurbanfutures.serrum.id

Selain diskusi, publik juga dapat menikmati pameran karya hasil residensi sebagai wujud artistik dari proses pembelajaran dan eksplorasi yang telah dilalui para seniman selama program berlangsung.

Residensi ini merupakan kerja sama antara Serrum dan Konsorsium Simpul Pangan.


102
1
8 months ago

Bandung, 25 Agustus 2025
Telah berlangsung diseminasi pengetahuan dari Residensi Seni Urban Futures, program riset berbasis seni yang dikuratori oleh Serrum, bersama M. Rico Wicaksono dan Anggawedhaswhara.

Dilaksanakan pada November 2024 – Januari 2025, residensi ini melibatkan empat seniman: Anita Bonit, Tsabita Aqdimah, Gilang Mustofa, dan Radni Thiemann Beelt. Mereka mengeksplorasi kompleksitas rantai pangan kota Bandung—mulai dari produksi, distribusi, konsumsi, hingga pengelolaan limbah pangan (food waste)—dengan pendekatan artistik dan kolaboratif bersama para host lokal.

Diseminasi ini bukan hanya soal karya. Ia menjadi ruang temu lintas peran yang menghadirkan seniman, host, dan pelaku pangan dalam sesi diskusi terbuka yang dimoderatori oleh Wacil Wahyudi. Mereka berbagi pengalaman dari empat lokus residensi, membahas tantangan dan temuan seputar isu pangan kota secara mendalam dan setara.

Acara ini juga sekaligus menjadi peluncuran buku Cerita Sebelum Makan: Residensi Seni Urban Futures, yang merangkum perjalanan, refleksi, dan pemikiran selama proses residensi.
Buku ini bisa diunduh secara gratis melalui website: residensiseniurbanfutures.serrum.id

Selain diskusi, publik juga dapat menikmati pameran karya hasil residensi sebagai wujud artistik dari proses pembelajaran dan eksplorasi yang telah dilalui para seniman selama program berlangsung.

Residensi ini merupakan kerja sama antara Serrum dan Konsorsium Simpul Pangan.


102
1
8 months ago

SPESIAL BUNDLING: T-SHIRT + GRATIS BUKU

Dapatkan T-shirt dengan gratis buku hasil penelitian Ekstrakurikulab!

Tersedia 3 desain artwork spesial hasil notulensi visual Ekstrakurikulab 2024:
Adi Dhigel – Sudut Kalisat
Robo Wobo – Komunitas Kahe
Arief Rachman – Forum Sudut Pandang

Spesifikasi Kaos:
Material: Premium Cotton 24S
Cetak Sablon: Plastisol Doff

Ukuran & Harga:
L → Rp. 150.000 (P57cm x L76cm x B52cm x Lg23cm)
XL → Rp. 175.000 (P60cm x L79cm x B55cm x Lg24cm)
2XL → Rp. 175.000 (P63cm x L82cm x B60cm x Lg25cm)
(Harga belum termasuk ongkir)

📚 Buku "Ekstrakurikulab: Kolektif Sebagai Sekolah" (GRATIS di setiap pembelian T-shirt!)

Cara Pemesanan:
📩 DM Instagram @serrum_studio

Dukunganmu akan membantu keberlanjutan penelitian Ekstrakurikulab 2025 🙏🏽


85
1 years ago

SPESIAL BUNDLING: T-SHIRT + GRATIS BUKU

Dapatkan T-shirt dengan gratis buku hasil penelitian Ekstrakurikulab!

Tersedia 3 desain artwork spesial hasil notulensi visual Ekstrakurikulab 2024:
Adi Dhigel – Sudut Kalisat
Robo Wobo – Komunitas Kahe
Arief Rachman – Forum Sudut Pandang

Spesifikasi Kaos:
Material: Premium Cotton 24S
Cetak Sablon: Plastisol Doff

Ukuran & Harga:
L → Rp. 150.000 (P57cm x L76cm x B52cm x Lg23cm)
XL → Rp. 175.000 (P60cm x L79cm x B55cm x Lg24cm)
2XL → Rp. 175.000 (P63cm x L82cm x B60cm x Lg25cm)
(Harga belum termasuk ongkir)

📚 Buku "Ekstrakurikulab: Kolektif Sebagai Sekolah" (GRATIS di setiap pembelian T-shirt!)

Cara Pemesanan:
📩 DM Instagram @serrum_studio

Dukunganmu akan membantu keberlanjutan penelitian Ekstrakurikulab 2025 🙏🏽


85
1 years ago

SPESIAL BUNDLING: T-SHIRT + GRATIS BUKU

Dapatkan T-shirt dengan gratis buku hasil penelitian Ekstrakurikulab!

Tersedia 3 desain artwork spesial hasil notulensi visual Ekstrakurikulab 2024:
Adi Dhigel – Sudut Kalisat
Robo Wobo – Komunitas Kahe
Arief Rachman – Forum Sudut Pandang

Spesifikasi Kaos:
Material: Premium Cotton 24S
Cetak Sablon: Plastisol Doff

Ukuran & Harga:
L → Rp. 150.000 (P57cm x L76cm x B52cm x Lg23cm)
XL → Rp. 175.000 (P60cm x L79cm x B55cm x Lg24cm)
2XL → Rp. 175.000 (P63cm x L82cm x B60cm x Lg25cm)
(Harga belum termasuk ongkir)

📚 Buku "Ekstrakurikulab: Kolektif Sebagai Sekolah" (GRATIS di setiap pembelian T-shirt!)

Cara Pemesanan:
📩 DM Instagram @serrum_studio

Dukunganmu akan membantu keberlanjutan penelitian Ekstrakurikulab 2025 🙏🏽


85
1 years ago

SPESIAL BUNDLING: T-SHIRT + GRATIS BUKU

Dapatkan T-shirt dengan gratis buku hasil penelitian Ekstrakurikulab!

Tersedia 3 desain artwork spesial hasil notulensi visual Ekstrakurikulab 2024:
Adi Dhigel – Sudut Kalisat
Robo Wobo – Komunitas Kahe
Arief Rachman – Forum Sudut Pandang

Spesifikasi Kaos:
Material: Premium Cotton 24S
Cetak Sablon: Plastisol Doff

Ukuran & Harga:
L → Rp. 150.000 (P57cm x L76cm x B52cm x Lg23cm)
XL → Rp. 175.000 (P60cm x L79cm x B55cm x Lg24cm)
2XL → Rp. 175.000 (P63cm x L82cm x B60cm x Lg25cm)
(Harga belum termasuk ongkir)

📚 Buku "Ekstrakurikulab: Kolektif Sebagai Sekolah" (GRATIS di setiap pembelian T-shirt!)

Cara Pemesanan:
📩 DM Instagram @serrum_studio

Dukunganmu akan membantu keberlanjutan penelitian Ekstrakurikulab 2025 🙏🏽


85
1 years ago

SPESIAL BUNDLING: T-SHIRT + GRATIS BUKU

Dapatkan T-shirt dengan gratis buku hasil penelitian Ekstrakurikulab!

Tersedia 3 desain artwork spesial hasil notulensi visual Ekstrakurikulab 2024:
Adi Dhigel – Sudut Kalisat
Robo Wobo – Komunitas Kahe
Arief Rachman – Forum Sudut Pandang

Spesifikasi Kaos:
Material: Premium Cotton 24S
Cetak Sablon: Plastisol Doff

Ukuran & Harga:
L → Rp. 150.000 (P57cm x L76cm x B52cm x Lg23cm)
XL → Rp. 175.000 (P60cm x L79cm x B55cm x Lg24cm)
2XL → Rp. 175.000 (P63cm x L82cm x B60cm x Lg25cm)
(Harga belum termasuk ongkir)

📚 Buku "Ekstrakurikulab: Kolektif Sebagai Sekolah" (GRATIS di setiap pembelian T-shirt!)

Cara Pemesanan:
📩 DM Instagram @serrum_studio

Dukunganmu akan membantu keberlanjutan penelitian Ekstrakurikulab 2025 🙏🏽


85
1 years ago

SPESIAL BUNDLING: T-SHIRT + GRATIS BUKU

Dapatkan T-shirt dengan gratis buku hasil penelitian Ekstrakurikulab!

Tersedia 3 desain artwork spesial hasil notulensi visual Ekstrakurikulab 2024:
Adi Dhigel – Sudut Kalisat
Robo Wobo – Komunitas Kahe
Arief Rachman – Forum Sudut Pandang

Spesifikasi Kaos:
Material: Premium Cotton 24S
Cetak Sablon: Plastisol Doff

Ukuran & Harga:
L → Rp. 150.000 (P57cm x L76cm x B52cm x Lg23cm)
XL → Rp. 175.000 (P60cm x L79cm x B55cm x Lg24cm)
2XL → Rp. 175.000 (P63cm x L82cm x B60cm x Lg25cm)
(Harga belum termasuk ongkir)

📚 Buku "Ekstrakurikulab: Kolektif Sebagai Sekolah" (GRATIS di setiap pembelian T-shirt!)

Cara Pemesanan:
📩 DM Instagram @serrum_studio

Dukunganmu akan membantu keberlanjutan penelitian Ekstrakurikulab 2025 🙏🏽


85
1 years ago

SPESIAL BUNDLING: T-SHIRT + GRATIS BUKU

Dapatkan T-shirt dengan gratis buku hasil penelitian Ekstrakurikulab!

Tersedia 3 desain artwork spesial hasil notulensi visual Ekstrakurikulab 2024:
Adi Dhigel – Sudut Kalisat
Robo Wobo – Komunitas Kahe
Arief Rachman – Forum Sudut Pandang

Spesifikasi Kaos:
Material: Premium Cotton 24S
Cetak Sablon: Plastisol Doff

Ukuran & Harga:
L → Rp. 150.000 (P57cm x L76cm x B52cm x Lg23cm)
XL → Rp. 175.000 (P60cm x L79cm x B55cm x Lg24cm)
2XL → Rp. 175.000 (P63cm x L82cm x B60cm x Lg25cm)
(Harga belum termasuk ongkir)

📚 Buku "Ekstrakurikulab: Kolektif Sebagai Sekolah" (GRATIS di setiap pembelian T-shirt!)

Cara Pemesanan:
📩 DM Instagram @serrum_studio

Dukunganmu akan membantu keberlanjutan penelitian Ekstrakurikulab 2025 🙏🏽


85
1 years ago

Selamat malam rekan-rekan SSAS,

Berikut suasana Wicara Sastra Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah yang dilaksanakan tempo hari. Diskusi berjalan dengan sangat dinamis disertai antusiasme rekan-rekan dari berbagai kalangan.

Terima kasih atas antusiasme rekan-rekan semua, dan terima kasih kepada @serrum_studio dan @iaunpar atas kerjasama dan dukungannya dalam diskusi kali ini!

Sampai jumpa di kegiatan lainnya di SSAS!



Good evening dear SSAS colleagues,

Here are the atmosphere during Wicara Sastra Ekstrakurikulab: Kolektif Sebagai Sekolah that was held yesterday. The discussion went very dynamically with much enthusiasm from our audiences that came from various backgrounds.

Thank you for the enthusiasm, and thank you to @serrum_studio and @iaunpar for the cooperation and support!

See you on other events at SSAS!


#ekstrakurikulab #serrum #diskusi #wicarasastra #kolektif #sebagai #sekolah


3
1 years ago

Selamat malam rekan-rekan SSAS,

Berikut suasana Wicara Sastra Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah yang dilaksanakan tempo hari. Diskusi berjalan dengan sangat dinamis disertai antusiasme rekan-rekan dari berbagai kalangan.

Terima kasih atas antusiasme rekan-rekan semua, dan terima kasih kepada @serrum_studio dan @iaunpar atas kerjasama dan dukungannya dalam diskusi kali ini!

Sampai jumpa di kegiatan lainnya di SSAS!



Good evening dear SSAS colleagues,

Here are the atmosphere during Wicara Sastra Ekstrakurikulab: Kolektif Sebagai Sekolah that was held yesterday. The discussion went very dynamically with much enthusiasm from our audiences that came from various backgrounds.

Thank you for the enthusiasm, and thank you to @serrum_studio and @iaunpar for the cooperation and support!

See you on other events at SSAS!


#ekstrakurikulab #serrum #diskusi #wicarasastra #kolektif #sebagai #sekolah


3
1 years ago

Selamat malam rekan-rekan SSAS,

Berikut suasana Wicara Sastra Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah yang dilaksanakan tempo hari. Diskusi berjalan dengan sangat dinamis disertai antusiasme rekan-rekan dari berbagai kalangan.

Terima kasih atas antusiasme rekan-rekan semua, dan terima kasih kepada @serrum_studio dan @iaunpar atas kerjasama dan dukungannya dalam diskusi kali ini!

Sampai jumpa di kegiatan lainnya di SSAS!



Good evening dear SSAS colleagues,

Here are the atmosphere during Wicara Sastra Ekstrakurikulab: Kolektif Sebagai Sekolah that was held yesterday. The discussion went very dynamically with much enthusiasm from our audiences that came from various backgrounds.

Thank you for the enthusiasm, and thank you to @serrum_studio and @iaunpar for the cooperation and support!

See you on other events at SSAS!


#ekstrakurikulab #serrum #diskusi #wicarasastra #kolektif #sebagai #sekolah


3
1 years ago

Selamat malam rekan-rekan SSAS,

Berikut suasana Wicara Sastra Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah yang dilaksanakan tempo hari. Diskusi berjalan dengan sangat dinamis disertai antusiasme rekan-rekan dari berbagai kalangan.

Terima kasih atas antusiasme rekan-rekan semua, dan terima kasih kepada @serrum_studio dan @iaunpar atas kerjasama dan dukungannya dalam diskusi kali ini!

Sampai jumpa di kegiatan lainnya di SSAS!



Good evening dear SSAS colleagues,

Here are the atmosphere during Wicara Sastra Ekstrakurikulab: Kolektif Sebagai Sekolah that was held yesterday. The discussion went very dynamically with much enthusiasm from our audiences that came from various backgrounds.

Thank you for the enthusiasm, and thank you to @serrum_studio and @iaunpar for the cooperation and support!

See you on other events at SSAS!


#ekstrakurikulab #serrum #diskusi #wicarasastra #kolektif #sebagai #sekolah


3
1 years ago

Selamat malam rekan-rekan SSAS,

Berikut suasana Wicara Sastra Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah yang dilaksanakan tempo hari. Diskusi berjalan dengan sangat dinamis disertai antusiasme rekan-rekan dari berbagai kalangan.

Terima kasih atas antusiasme rekan-rekan semua, dan terima kasih kepada @serrum_studio dan @iaunpar atas kerjasama dan dukungannya dalam diskusi kali ini!

Sampai jumpa di kegiatan lainnya di SSAS!



Good evening dear SSAS colleagues,

Here are the atmosphere during Wicara Sastra Ekstrakurikulab: Kolektif Sebagai Sekolah that was held yesterday. The discussion went very dynamically with much enthusiasm from our audiences that came from various backgrounds.

Thank you for the enthusiasm, and thank you to @serrum_studio and @iaunpar for the cooperation and support!

See you on other events at SSAS!


#ekstrakurikulab #serrum #diskusi #wicarasastra #kolektif #sebagai #sekolah


3
1 years ago

Selamat malam rekan-rekan SSAS,

Berikut suasana Wicara Sastra Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah yang dilaksanakan tempo hari. Diskusi berjalan dengan sangat dinamis disertai antusiasme rekan-rekan dari berbagai kalangan.

Terima kasih atas antusiasme rekan-rekan semua, dan terima kasih kepada @serrum_studio dan @iaunpar atas kerjasama dan dukungannya dalam diskusi kali ini!

Sampai jumpa di kegiatan lainnya di SSAS!



Good evening dear SSAS colleagues,

Here are the atmosphere during Wicara Sastra Ekstrakurikulab: Kolektif Sebagai Sekolah that was held yesterday. The discussion went very dynamically with much enthusiasm from our audiences that came from various backgrounds.

Thank you for the enthusiasm, and thank you to @serrum_studio and @iaunpar for the cooperation and support!

See you on other events at SSAS!


#ekstrakurikulab #serrum #diskusi #wicarasastra #kolektif #sebagai #sekolah


3
1 years ago

Selamat malam rekan-rekan SSAS,

Berikut suasana Wicara Sastra Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah yang dilaksanakan tempo hari. Diskusi berjalan dengan sangat dinamis disertai antusiasme rekan-rekan dari berbagai kalangan.

Terima kasih atas antusiasme rekan-rekan semua, dan terima kasih kepada @serrum_studio dan @iaunpar atas kerjasama dan dukungannya dalam diskusi kali ini!

Sampai jumpa di kegiatan lainnya di SSAS!



Good evening dear SSAS colleagues,

Here are the atmosphere during Wicara Sastra Ekstrakurikulab: Kolektif Sebagai Sekolah that was held yesterday. The discussion went very dynamically with much enthusiasm from our audiences that came from various backgrounds.

Thank you for the enthusiasm, and thank you to @serrum_studio and @iaunpar for the cooperation and support!

See you on other events at SSAS!


#ekstrakurikulab #serrum #diskusi #wicarasastra #kolektif #sebagai #sekolah


3
1 years ago

28
1 years ago

Selamat sore, kembali lagi bersama SSAS!

Melalui unggahan ini, SSAS menghadirkan kutipan dari Buku Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah yang akan didiskusikan esok hari pada kegiatan Wicara Sastra!

Pada kegiatan tersebut @serrum_studio akan membagikan 200 buah Buku Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah secara gratis! Segera RSVP dan jangan sampai terlewat!

——

Good afternoon, welcome back with SSAS!

Through this post, SSAS presents an excerpt from Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah which will be discussed tomorrow at Wicara Sastra!

On this occasion, @serrum_studio will distribute 200 copies of the book Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah for free! RSVP immediately and don’t miss it!

——
#selasarsunaryo #serrum #wicarasastra #ekstrakurikulab #kolektif #sekolah

ID: Sampul depan sebuah buku berwarna hijau berjudul ‘Ekstra Kurikulab Kolektif sebagai Sekolah’ oleh Dana Indonesiana. Sampulnya menampilkan gambar ilustrasi tangan orang-orang, bangunan, dan benda-benda lainnya menggunakan tinta putih.


270
1 years ago

Selamat sore, kembali lagi bersama SSAS!

Melalui unggahan ini, SSAS menghadirkan kutipan dari Buku Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah yang akan didiskusikan esok hari pada kegiatan Wicara Sastra!

Pada kegiatan tersebut @serrum_studio akan membagikan 200 buah Buku Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah secara gratis! Segera RSVP dan jangan sampai terlewat!

——

Good afternoon, welcome back with SSAS!

Through this post, SSAS presents an excerpt from Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah which will be discussed tomorrow at Wicara Sastra!

On this occasion, @serrum_studio will distribute 200 copies of the book Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah for free! RSVP immediately and don’t miss it!

——
#selasarsunaryo #serrum #wicarasastra #ekstrakurikulab #kolektif #sekolah

ID: Sampul depan sebuah buku berwarna hijau berjudul ‘Ekstra Kurikulab Kolektif sebagai Sekolah’ oleh Dana Indonesiana. Sampulnya menampilkan gambar ilustrasi tangan orang-orang, bangunan, dan benda-benda lainnya menggunakan tinta putih.


270
1 years ago

Selamat sore, kembali lagi bersama SSAS!

Melalui unggahan ini, SSAS menghadirkan kutipan dari Buku Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah yang akan didiskusikan esok hari pada kegiatan Wicara Sastra!

Pada kegiatan tersebut @serrum_studio akan membagikan 200 buah Buku Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah secara gratis! Segera RSVP dan jangan sampai terlewat!

——

Good afternoon, welcome back with SSAS!

Through this post, SSAS presents an excerpt from Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah which will be discussed tomorrow at Wicara Sastra!

On this occasion, @serrum_studio will distribute 200 copies of the book Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah for free! RSVP immediately and don’t miss it!

——
#selasarsunaryo #serrum #wicarasastra #ekstrakurikulab #kolektif #sekolah

ID: Sampul depan sebuah buku berwarna hijau berjudul ‘Ekstra Kurikulab Kolektif sebagai Sekolah’ oleh Dana Indonesiana. Sampulnya menampilkan gambar ilustrasi tangan orang-orang, bangunan, dan benda-benda lainnya menggunakan tinta putih.


270
1 years ago

Selamat sore, kembali lagi bersama SSAS!

Melalui unggahan ini, SSAS menghadirkan kutipan dari Buku Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah yang akan didiskusikan esok hari pada kegiatan Wicara Sastra!

Pada kegiatan tersebut @serrum_studio akan membagikan 200 buah Buku Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah secara gratis! Segera RSVP dan jangan sampai terlewat!

——

Good afternoon, welcome back with SSAS!

Through this post, SSAS presents an excerpt from Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah which will be discussed tomorrow at Wicara Sastra!

On this occasion, @serrum_studio will distribute 200 copies of the book Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah for free! RSVP immediately and don’t miss it!

——
#selasarsunaryo #serrum #wicarasastra #ekstrakurikulab #kolektif #sekolah

ID: Sampul depan sebuah buku berwarna hijau berjudul ‘Ekstra Kurikulab Kolektif sebagai Sekolah’ oleh Dana Indonesiana. Sampulnya menampilkan gambar ilustrasi tangan orang-orang, bangunan, dan benda-benda lainnya menggunakan tinta putih.


270
1 years ago

Selamat sore, kembali lagi bersama SSAS!

Melalui unggahan ini, SSAS menghadirkan kutipan dari Buku Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah yang akan didiskusikan esok hari pada kegiatan Wicara Sastra!

Pada kegiatan tersebut @serrum_studio akan membagikan 200 buah Buku Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah secara gratis! Segera RSVP dan jangan sampai terlewat!

——

Good afternoon, welcome back with SSAS!

Through this post, SSAS presents an excerpt from Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah which will be discussed tomorrow at Wicara Sastra!

On this occasion, @serrum_studio will distribute 200 copies of the book Ekstrakurikulab: Kolektif sebagai Sekolah for free! RSVP immediately and don’t miss it!

——
#selasarsunaryo #serrum #wicarasastra #ekstrakurikulab #kolektif #sekolah

ID: Sampul depan sebuah buku berwarna hijau berjudul ‘Ekstra Kurikulab Kolektif sebagai Sekolah’ oleh Dana Indonesiana. Sampulnya menampilkan gambar ilustrasi tangan orang-orang, bangunan, dan benda-benda lainnya menggunakan tinta putih.


270
1 years ago

Apa saja kelompok seni yang dibahas dalam buku Ekstrakurikulab: Kolektif Sebagai Sekolah? (Bagian II)

Selamat malam rekan-rekan! Mari berkenalan dengan Forum Sudut Pandang, Komunitas KAHE, dan Indonesia Art Movement melalui unggahan ini. Ketiganya merupakan kelompok-kelompok seni yang aktif di ranahnya untuk menumbuhkan bibit-bibit semangat berkolektif sebagai alternatif pendidikan formal!

Pendaftaran untuk mengikuti kegiatan Diskusi Ekstrakurikulab: Kolektif Sebagai Sekolah masih dibuka, segera reservasi melalui nomor kontak kami di 085195004505 (Daniel)!



What are the groups discussed in the book Ekstrakurikulab: Kolektif Sebagai Sekolah? (Part II)

Good evening! Let’s get to know Forum Sudut Pandang, Komunitas KAHE, and Indonesia Art Movementthrough this post. All of them, are art collectives within their fields that aim to foster the seeds of collective spirit as an alternative to formal education!

Registration to join the Ekstrakurikulab Discussion: Collectives as School is still open, you can make a reservation through our contact number at 085195004505 (Daniel)!



#wicarasastra #ekstrakurikulab #kolektif #sekolah #forumsudutpandang #komunitaskahe #indonesiaartmovement


3
4
1 years ago

Apa saja kelompok seni yang dibahas dalam buku Ekstrakurikulab: Kolektif Sebagai Sekolah? (Bagian II)

Selamat malam rekan-rekan! Mari berkenalan dengan Forum Sudut Pandang, Komunitas KAHE, dan Indonesia Art Movement melalui unggahan ini. Ketiganya merupakan kelompok-kelompok seni yang aktif di ranahnya untuk menumbuhkan bibit-bibit semangat berkolektif sebagai alternatif pendidikan formal!

Pendaftaran untuk mengikuti kegiatan Diskusi Ekstrakurikulab: Kolektif Sebagai Sekolah masih dibuka, segera reservasi melalui nomor kontak kami di 085195004505 (Daniel)!



What are the groups discussed in the book Ekstrakurikulab: Kolektif Sebagai Sekolah? (Part II)

Good evening! Let’s get to know Forum Sudut Pandang, Komunitas KAHE, and Indonesia Art Movementthrough this post. All of them, are art collectives within their fields that aim to foster the seeds of collective spirit as an alternative to formal education!

Registration to join the Ekstrakurikulab Discussion: Collectives as School is still open, you can make a reservation through our contact number at 085195004505 (Daniel)!



#wicarasastra #ekstrakurikulab #kolektif #sekolah #forumsudutpandang #komunitaskahe #indonesiaartmovement


3
4
1 years ago

Apa saja kelompok seni yang dibahas dalam buku Ekstrakurikulab: Kolektif Sebagai Sekolah? (Bagian II)

Selamat malam rekan-rekan! Mari berkenalan dengan Forum Sudut Pandang, Komunitas KAHE, dan Indonesia Art Movement melalui unggahan ini. Ketiganya merupakan kelompok-kelompok seni yang aktif di ranahnya untuk menumbuhkan bibit-bibit semangat berkolektif sebagai alternatif pendidikan formal!

Pendaftaran untuk mengikuti kegiatan Diskusi Ekstrakurikulab: Kolektif Sebagai Sekolah masih dibuka, segera reservasi melalui nomor kontak kami di 085195004505 (Daniel)!



What are the groups discussed in the book Ekstrakurikulab: Kolektif Sebagai Sekolah? (Part II)

Good evening! Let’s get to know Forum Sudut Pandang, Komunitas KAHE, and Indonesia Art Movementthrough this post. All of them, are art collectives within their fields that aim to foster the seeds of collective spirit as an alternative to formal education!

Registration to join the Ekstrakurikulab Discussion: Collectives as School is still open, you can make a reservation through our contact number at 085195004505 (Daniel)!



#wicarasastra #ekstrakurikulab #kolektif #sekolah #forumsudutpandang #komunitaskahe #indonesiaartmovement


3
4
1 years ago

Apa saja kelompok seni yang dibahas dalam buku Ekstrakurikulab: Kolektif Sebagai Sekolah? (Bagian II)

Selamat malam rekan-rekan! Mari berkenalan dengan Forum Sudut Pandang, Komunitas KAHE, dan Indonesia Art Movement melalui unggahan ini. Ketiganya merupakan kelompok-kelompok seni yang aktif di ranahnya untuk menumbuhkan bibit-bibit semangat berkolektif sebagai alternatif pendidikan formal!

Pendaftaran untuk mengikuti kegiatan Diskusi Ekstrakurikulab: Kolektif Sebagai Sekolah masih dibuka, segera reservasi melalui nomor kontak kami di 085195004505 (Daniel)!



What are the groups discussed in the book Ekstrakurikulab: Kolektif Sebagai Sekolah? (Part II)

Good evening! Let’s get to know Forum Sudut Pandang, Komunitas KAHE, and Indonesia Art Movementthrough this post. All of them, are art collectives within their fields that aim to foster the seeds of collective spirit as an alternative to formal education!

Registration to join the Ekstrakurikulab Discussion: Collectives as School is still open, you can make a reservation through our contact number at 085195004505 (Daniel)!



#wicarasastra #ekstrakurikulab #kolektif #sekolah #forumsudutpandang #komunitaskahe #indonesiaartmovement


3
4
1 years ago

Apa saja kelompok yang diulas dalam buku Ekstrakurikulab: Kolektif Sebagai Sekolah? (Bagian I)

Selamat siang rekan-rekan! Mari berkenalan dengan Jatiwangi Art Factory, Tepian Kolektif, dan Sudut Kalisat melalui unggahan ini. Ketiganya merupakan kelompok-kelompok seni yang aktif di ranahnya untuk menumbuhkan bibit-bibit semangat berkolektif sebagai alternatif pendidikan formal!

Pendaftaran untuk mengikuti kegiatan Diskusi Ekstrakurikulab: Kolektif Sebagai Sekolah masih dibuka, segera reservasi melalui nomor kontak kami di 085195004505 (Daniel)!



What are the groups discussed in the book Ekstrakurikulab: Kolektif Sebagai Sekolah? (Part I)

Good afternoon! Let’s get to know Jatiwangi Art Factory, Tepian Kolektif, and Sudut Kalisat through this post. All of them, are art collectives within their fields that aim to foster the seeds of collective spirit as an alternative to formal education!

Registration to join the Ekstrakurikulab Discussion: Collectives as School is still open, you can make a reservation through our contact number at 085195004505 (Daniel)!



#wicarasastra #ekstrakurikulab #kolektif #sekolah #jatiwangiartfactory #jatiwangi #tepiankolektif #berau #sudutkalisat #kalisat


3
4
1 years ago

Apa saja kelompok yang diulas dalam buku Ekstrakurikulab: Kolektif Sebagai Sekolah? (Bagian I)

Selamat siang rekan-rekan! Mari berkenalan dengan Jatiwangi Art Factory, Tepian Kolektif, dan Sudut Kalisat melalui unggahan ini. Ketiganya merupakan kelompok-kelompok seni yang aktif di ranahnya untuk menumbuhkan bibit-bibit semangat berkolektif sebagai alternatif pendidikan formal!

Pendaftaran untuk mengikuti kegiatan Diskusi Ekstrakurikulab: Kolektif Sebagai Sekolah masih dibuka, segera reservasi melalui nomor kontak kami di 085195004505 (Daniel)!



What are the groups discussed in the book Ekstrakurikulab: Kolektif Sebagai Sekolah? (Part I)

Good afternoon! Let’s get to know Jatiwangi Art Factory, Tepian Kolektif, and Sudut Kalisat through this post. All of them, are art collectives within their fields that aim to foster the seeds of collective spirit as an alternative to formal education!

Registration to join the Ekstrakurikulab Discussion: Collectives as School is still open, you can make a reservation through our contact number at 085195004505 (Daniel)!



#wicarasastra #ekstrakurikulab #kolektif #sekolah #jatiwangiartfactory #jatiwangi #tepiankolektif #berau #sudutkalisat #kalisat


3
4
1 years ago

Apa saja kelompok yang diulas dalam buku Ekstrakurikulab: Kolektif Sebagai Sekolah? (Bagian I)

Selamat siang rekan-rekan! Mari berkenalan dengan Jatiwangi Art Factory, Tepian Kolektif, dan Sudut Kalisat melalui unggahan ini. Ketiganya merupakan kelompok-kelompok seni yang aktif di ranahnya untuk menumbuhkan bibit-bibit semangat berkolektif sebagai alternatif pendidikan formal!

Pendaftaran untuk mengikuti kegiatan Diskusi Ekstrakurikulab: Kolektif Sebagai Sekolah masih dibuka, segera reservasi melalui nomor kontak kami di 085195004505 (Daniel)!



What are the groups discussed in the book Ekstrakurikulab: Kolektif Sebagai Sekolah? (Part I)

Good afternoon! Let’s get to know Jatiwangi Art Factory, Tepian Kolektif, and Sudut Kalisat through this post. All of them, are art collectives within their fields that aim to foster the seeds of collective spirit as an alternative to formal education!

Registration to join the Ekstrakurikulab Discussion: Collectives as School is still open, you can make a reservation through our contact number at 085195004505 (Daniel)!



#wicarasastra #ekstrakurikulab #kolektif #sekolah #jatiwangiartfactory #jatiwangi #tepiankolektif #berau #sudutkalisat #kalisat


3
4
1 years ago

Apa saja kelompok yang diulas dalam buku Ekstrakurikulab: Kolektif Sebagai Sekolah? (Bagian I)

Selamat siang rekan-rekan! Mari berkenalan dengan Jatiwangi Art Factory, Tepian Kolektif, dan Sudut Kalisat melalui unggahan ini. Ketiganya merupakan kelompok-kelompok seni yang aktif di ranahnya untuk menumbuhkan bibit-bibit semangat berkolektif sebagai alternatif pendidikan formal!

Pendaftaran untuk mengikuti kegiatan Diskusi Ekstrakurikulab: Kolektif Sebagai Sekolah masih dibuka, segera reservasi melalui nomor kontak kami di 085195004505 (Daniel)!



What are the groups discussed in the book Ekstrakurikulab: Kolektif Sebagai Sekolah? (Part I)

Good afternoon! Let’s get to know Jatiwangi Art Factory, Tepian Kolektif, and Sudut Kalisat through this post. All of them, are art collectives within their fields that aim to foster the seeds of collective spirit as an alternative to formal education!

Registration to join the Ekstrakurikulab Discussion: Collectives as School is still open, you can make a reservation through our contact number at 085195004505 (Daniel)!



#wicarasastra #ekstrakurikulab #kolektif #sekolah #jatiwangiartfactory #jatiwangi #tepiankolektif #berau #sudutkalisat #kalisat


3
4
1 years ago


Instagram Stories geheim ansehen

Der Instagram Story Viewer ist ein einfaches Tool, mit dem Sie Instagram Stories, Videos, Fotos oder IGTV heimlich ansehen und speichern können. Mit diesem Service können Sie Inhalte herunterladen und offline genießen, wann immer Sie möchten. Wenn Sie etwas Interessantes auf Instagram finden, das Sie später überprüfen möchten, oder Stories anonym ansehen möchten, ist unser Viewer ideal für Sie. Anonstories bietet eine ausgezeichnete Lösung, um Ihre Identität zu schützen. Instagram hat die Stories-Funktion erstmals im August 2023 eingeführt, die schnell auch von anderen Plattformen übernommen wurde, dank ihres fesselnden, zeitlich begrenzten Formats. Stories ermöglichen es Nutzern, schnelle Updates zu teilen, sei es Fotos, Videos oder Selfies, ergänzt durch Text, Emojis oder Filter, und sind nur 24 Stunden lang sichtbar. Dieser begrenzte Zeitrahmen sorgt für eine hohe Interaktion im Vergleich zu regulären Posts. Heutzutage sind Stories eine der beliebtesten Methoden, um sich in sozialen Medien zu verbinden und zu kommunizieren. Wenn Sie jedoch eine Story ansehen, kann der Ersteller Ihren Namen in seiner Viewer-Liste sehen, was ein Problem für die Privatsphäre sein kann. Was ist, wenn Sie Stories durchsuchen möchten, ohne bemerkt zu werden? Hier wird Anonstories nützlich. Es ermöglicht Ihnen, öffentliche Instagram-Inhalte anzusehen, ohne Ihre Identität preiszugeben. Geben Sie einfach den Benutzernamen des Profils ein, das Sie interessiert, und das Tool zeigt dessen neueste Stories an. Funktionen des Anonstories Viewers: - Anonymes Browsen: Sehen Sie Stories, ohne in der Viewer-Liste zu erscheinen. - Kein Konto erforderlich: Sehen Sie öffentliche Inhalte, ohne ein Instagram-Konto zu erstellen. - Inhalte herunterladen: Speichern Sie beliebige Story-Inhalte direkt auf Ihrem Gerät für die Offline-Nutzung. - Highlights anzeigen: Greifen Sie auf Instagram-Highlights zu, auch über das 24-Stunden-Fenster hinaus. - Repost-Überwachung: Verfolgen Sie Reposts oder Interaktionen bei Stories für persönliche Profile. Einschränkungen: - Dieses Tool funktioniert nur mit öffentlichen Accounts; private Accounts bleiben unzugänglich. Vorteile: - Datenschutzfreundlich: Sehen Sie sich beliebige Instagram-Inhalte an, ohne bemerkt zu werden. - Einfach und unkompliziert: Keine App-Installation oder Registrierung erforderlich. - Exklusive Tools: Laden Sie Inhalte herunter und verwalten Sie sie auf eine Weise, die Instagram nicht bietet.

Vorteile von Anonstories

IG Stories privat entdecken

Behalten Sie Instagram-Updates diskret im Blick, schützen Sie Ihre Privatsphäre und bleiben Sie anonym.


Privater Instagram Viewer

Sehen Sie Profile und Fotos anonym an, ganz einfach mit dem Private Profile Viewer.


Kostenloser Story Viewer

Dieses kostenlose Tool ermöglicht es Ihnen, Instagram Stories anonym anzusehen und dabei Ihre Aktivität vor dem Story-Ersteller zu verbergen.

Häufig gestellte Fragen

 
Anonymität

Anonstories ermöglicht es Nutzern, Instagram-Stories anzusehen, ohne den Ersteller zu benachrichtigen.

 
Gerätekompatibilität

Funktioniert nahtlos auf iOS, Android, Windows, macOS und modernen Browsern wie Chrome und Safari.

 
Sicherheit und Datenschutz

Priorisiert sicheres, anonymes Browsen, ohne Login-Daten zu benötigen.

 
Keine Registrierung

Nutzer können öffentliche Stories ansehen, indem sie einfach einen Benutzernamen eingeben – kein Konto erforderlich.

 
Unterstützte Formate

Lädt Fotos (JPEG) und Videos (MP4) mühelos herunter.

 
Kosten

Der Dienst ist kostenlos nutzbar.

 
Private Accounts

Inhalte von privaten Accounts sind nur für Follower zugänglich.

 
Dateiverwendung

Dateien sind nur für persönliche oder Bildungszwecke und müssen Urheberrechtsregeln entsprechen.

 
Wie es funktioniert

Geben Sie einen öffentlichen Benutzernamen ein, um Stories anzusehen oder herunterzuladen. Der Dienst generiert direkte Links, um Inhalte lokal zu speichern.