
Nama adalah identitas. Semenjak 2016, kami mulai melakukan kegiatan dengan nama SimpaSio Institute. Nama ini hadir bukan tanpa sebab. Kami ingin agar apa yang dapat kami berikan dapat menjadi sebuah pelajaran bagi siapapun yang menerimanya dan juga merupakan nyawa dari kegiatan pengarsipan yang kami lakukan selama ini. Semenjak itu, SimpaSio Institute menjadi nama yang sangat lekat, nyawa dari berbagai daya dan upaya yang kami lakukan selama ini.
Dari yang awalnya merupakan nama yang asing, SimpaSio Institute kini menjadi nama yang melekat bagi banyak orang dan identitas yang kami bawa kemanapun.
Dalam perjalanan waktu ternyata perubahan selalu ada. Seperti hewan yang perlu berganti kulit untuk memasuki musim yang baru, baju yang harus diganti ketika cuaca berubah kami pun memutuskan untuk mengganti identitas yang sudah kami gunakan selama ini. Atas banyak pertimbangan, kami akhirnya tidak lagi menggunakan nama SimpaSio Institute. Kini secara resmi kami berganti nama sebagai RUANG SIMPASIO. Nama boleh berubah, identitas boleh berganti, namun nyawa SimpaSio tetap menjadi bagian dari kami.
Selamat datang di era baru#RUANGSIMPASIO

SIMPASIO CARI TEMAN BARU !
Ada yang mau berbagi ide kreatif sekaligus kontribusi untuk Lewotana ? Ruang SimpaSio lagi buka pintu lebar-lebarbuat tetema yang mau gabung jadi tim kreatif.
Di SimpaSio torang kerja kolektif sambil belajar merawat sejarah, seni, dan budaya Flores Timur dengan cara yang seru dan menyenangkan. Terada kaku - kaku, karena torang cari “teman baru” untuk belajar sama - sama.
Kenapa harus bergabung ? Tetema akan dapat :
✅ Sertifikat & Rekomendasi : Untuk memperkuat portofolio
✅ Upgrade Skill: Belajar riset, kuliner, sampai konten kreatif.
✅ Networking: Kenalan dengan orang-orang kreatif dan komunitas keren .
✅ Pengalaman: Terlibat langsung di program - program kolektif
✅ Vibe Belajar : Lingkungan kolektif yang suportif
📅 Catat tanggalnya:
Pendaftaran: s/d 24 Mei 2026
Seleksi Berkas: 25 - 30 Mei 2026
Interview & Kenalan: 1 Juni 2026
Gas daftar di sini:
🔗 https://bit.ly/4nCjgmO
Jangan lupa siapkan portofolio atau karya terbaik e. Mari gabung bersama torang di Ruang SimpaSio!
#kolektif
#simpasio
#larantuka
#florestimur
#openrecruitmentvolunteer

SIMPASIO CARI TEMAN BARU !
Ada yang mau berbagi ide kreatif sekaligus kontribusi untuk Lewotana ? Ruang SimpaSio lagi buka pintu lebar-lebarbuat tetema yang mau gabung jadi tim kreatif.
Di SimpaSio torang kerja kolektif sambil belajar merawat sejarah, seni, dan budaya Flores Timur dengan cara yang seru dan menyenangkan. Terada kaku - kaku, karena torang cari “teman baru” untuk belajar sama - sama.
Kenapa harus bergabung ? Tetema akan dapat :
✅ Sertifikat & Rekomendasi : Untuk memperkuat portofolio
✅ Upgrade Skill: Belajar riset, kuliner, sampai konten kreatif.
✅ Networking: Kenalan dengan orang-orang kreatif dan komunitas keren .
✅ Pengalaman: Terlibat langsung di program - program kolektif
✅ Vibe Belajar : Lingkungan kolektif yang suportif
📅 Catat tanggalnya:
Pendaftaran: s/d 24 Mei 2026
Seleksi Berkas: 25 - 30 Mei 2026
Interview & Kenalan: 1 Juni 2026
Gas daftar di sini:
🔗 https://bit.ly/4nCjgmO
Jangan lupa siapkan portofolio atau karya terbaik e. Mari gabung bersama torang di Ruang SimpaSio!
#kolektif
#simpasio
#larantuka
#florestimur
#openrecruitmentvolunteer

SIMPASIO CARI TEMAN BARU !
Ada yang mau berbagi ide kreatif sekaligus kontribusi untuk Lewotana ? Ruang SimpaSio lagi buka pintu lebar-lebarbuat tetema yang mau gabung jadi tim kreatif.
Di SimpaSio torang kerja kolektif sambil belajar merawat sejarah, seni, dan budaya Flores Timur dengan cara yang seru dan menyenangkan. Terada kaku - kaku, karena torang cari “teman baru” untuk belajar sama - sama.
Kenapa harus bergabung ? Tetema akan dapat :
✅ Sertifikat & Rekomendasi : Untuk memperkuat portofolio
✅ Upgrade Skill: Belajar riset, kuliner, sampai konten kreatif.
✅ Networking: Kenalan dengan orang-orang kreatif dan komunitas keren .
✅ Pengalaman: Terlibat langsung di program - program kolektif
✅ Vibe Belajar : Lingkungan kolektif yang suportif
📅 Catat tanggalnya:
Pendaftaran: s/d 24 Mei 2026
Seleksi Berkas: 25 - 30 Mei 2026
Interview & Kenalan: 1 Juni 2026
Gas daftar di sini:
🔗 https://bit.ly/4nCjgmO
Jangan lupa siapkan portofolio atau karya terbaik e. Mari gabung bersama torang di Ruang SimpaSio!
#kolektif
#simpasio
#larantuka
#florestimur
#openrecruitmentvolunteer

SIMPASIO CARI TEMAN BARU !
Ada yang mau berbagi ide kreatif sekaligus kontribusi untuk Lewotana ? Ruang SimpaSio lagi buka pintu lebar-lebarbuat tetema yang mau gabung jadi tim kreatif.
Di SimpaSio torang kerja kolektif sambil belajar merawat sejarah, seni, dan budaya Flores Timur dengan cara yang seru dan menyenangkan. Terada kaku - kaku, karena torang cari “teman baru” untuk belajar sama - sama.
Kenapa harus bergabung ? Tetema akan dapat :
✅ Sertifikat & Rekomendasi : Untuk memperkuat portofolio
✅ Upgrade Skill: Belajar riset, kuliner, sampai konten kreatif.
✅ Networking: Kenalan dengan orang-orang kreatif dan komunitas keren .
✅ Pengalaman: Terlibat langsung di program - program kolektif
✅ Vibe Belajar : Lingkungan kolektif yang suportif
📅 Catat tanggalnya:
Pendaftaran: s/d 24 Mei 2026
Seleksi Berkas: 25 - 30 Mei 2026
Interview & Kenalan: 1 Juni 2026
Gas daftar di sini:
🔗 https://bit.ly/4nCjgmO
Jangan lupa siapkan portofolio atau karya terbaik e. Mari gabung bersama torang di Ruang SimpaSio!
#kolektif
#simpasio
#larantuka
#florestimur
#openrecruitmentvolunteer
Penasaran bulan ini bahas apa di Cerita Mo Bapa ?
Yes ! Tentang masyarakat Multikultur dan pesan toleransinya.
Mari simak biar adem dan tercerahkan.
#simpasio
#larantuka
#multikutur
#toleransi
#florestimur
Teman - teman yang mau mengenal lebih dekat dengan Keluarga Lamaholot, bisa baca buku ini di Ruang SimpaSio.
#buku
#simpasio
#larantuka
#florestimur
#lamaholot

"Bu Bi Da Di Ma Bu, Ja Ke Ta Di Ma O" Buah bidara dimakan burung jatuh ke tanah dimakan orang.
Ini adalah sebuah ungkapan yang diwariskan dalam kehidupan masyarakat Melayu Larantuka. Dalam tantangan globalisasi, ungkapan ini pun masih cukup terawat dalam kehidupan masyarakat Melayu Larantuka atau yang bisa kita sebut sebagai orang Nagi. Sebagai orang Nagi kami pun mengalami hal ini. di sekitaran bale-bale kami duduk bersenda gurau, bermain pantun serta teka-teki. Kesederhanaan, gelak tawa khas Nagi, lalu kalimat ini terucap tanpa dijelaskan maknanya seperti apa.
@gudskulstudikolektif adalah perjalanan penuh makna dan pelajaran. Kami datang sebagai orang asing dengan tas penuh kecemasan, namun pulang sebagai saudara dengan hati yang penuh. Dari dapur Gudkitchen yang hangat, workshop yang intens di ruang - ruang kolektif, hingga perjalanan menembus ruang waktu ke berbagai wilayah.
Bersama teman-teman @gudskul ,@riwanua ,@_makmurdjaja @mediapasirputih dan @indonesiaartmovement , kami membentuk "Sixpack". Sebuah ruang perjumpaan di mana keberagaman latar belakang diolah menjadi satu rasa untuk kerja bersama.
Terima kasih untuk setiap tawa, diskusi tengah malam (mete), dan ilmu yang dibagikan. Perjalanan ini mungkin selesai, tapi kolaborasi dan rencana baik ke depan baru saja dimulai.
#simpasio
#kolektfif
#gudskulstudikolektif

"Bu Bi Da Di Ma Bu, Ja Ke Ta Di Ma O" Buah bidara dimakan burung jatuh ke tanah dimakan orang.
Ini adalah sebuah ungkapan yang diwariskan dalam kehidupan masyarakat Melayu Larantuka. Dalam tantangan globalisasi, ungkapan ini pun masih cukup terawat dalam kehidupan masyarakat Melayu Larantuka atau yang bisa kita sebut sebagai orang Nagi. Sebagai orang Nagi kami pun mengalami hal ini. di sekitaran bale-bale kami duduk bersenda gurau, bermain pantun serta teka-teki. Kesederhanaan, gelak tawa khas Nagi, lalu kalimat ini terucap tanpa dijelaskan maknanya seperti apa.
@gudskulstudikolektif adalah perjalanan penuh makna dan pelajaran. Kami datang sebagai orang asing dengan tas penuh kecemasan, namun pulang sebagai saudara dengan hati yang penuh. Dari dapur Gudkitchen yang hangat, workshop yang intens di ruang - ruang kolektif, hingga perjalanan menembus ruang waktu ke berbagai wilayah.
Bersama teman-teman @gudskul ,@riwanua ,@_makmurdjaja @mediapasirputih dan @indonesiaartmovement , kami membentuk "Sixpack". Sebuah ruang perjumpaan di mana keberagaman latar belakang diolah menjadi satu rasa untuk kerja bersama.
Terima kasih untuk setiap tawa, diskusi tengah malam (mete), dan ilmu yang dibagikan. Perjalanan ini mungkin selesai, tapi kolaborasi dan rencana baik ke depan baru saja dimulai.
#simpasio
#kolektfif
#gudskulstudikolektif

"Bu Bi Da Di Ma Bu, Ja Ke Ta Di Ma O" Buah bidara dimakan burung jatuh ke tanah dimakan orang.
Ini adalah sebuah ungkapan yang diwariskan dalam kehidupan masyarakat Melayu Larantuka. Dalam tantangan globalisasi, ungkapan ini pun masih cukup terawat dalam kehidupan masyarakat Melayu Larantuka atau yang bisa kita sebut sebagai orang Nagi. Sebagai orang Nagi kami pun mengalami hal ini. di sekitaran bale-bale kami duduk bersenda gurau, bermain pantun serta teka-teki. Kesederhanaan, gelak tawa khas Nagi, lalu kalimat ini terucap tanpa dijelaskan maknanya seperti apa.
@gudskulstudikolektif adalah perjalanan penuh makna dan pelajaran. Kami datang sebagai orang asing dengan tas penuh kecemasan, namun pulang sebagai saudara dengan hati yang penuh. Dari dapur Gudkitchen yang hangat, workshop yang intens di ruang - ruang kolektif, hingga perjalanan menembus ruang waktu ke berbagai wilayah.
Bersama teman-teman @gudskul ,@riwanua ,@_makmurdjaja @mediapasirputih dan @indonesiaartmovement , kami membentuk "Sixpack". Sebuah ruang perjumpaan di mana keberagaman latar belakang diolah menjadi satu rasa untuk kerja bersama.
Terima kasih untuk setiap tawa, diskusi tengah malam (mete), dan ilmu yang dibagikan. Perjalanan ini mungkin selesai, tapi kolaborasi dan rencana baik ke depan baru saja dimulai.
#simpasio
#kolektfif
#gudskulstudikolektif

"Bu Bi Da Di Ma Bu, Ja Ke Ta Di Ma O" Buah bidara dimakan burung jatuh ke tanah dimakan orang.
Ini adalah sebuah ungkapan yang diwariskan dalam kehidupan masyarakat Melayu Larantuka. Dalam tantangan globalisasi, ungkapan ini pun masih cukup terawat dalam kehidupan masyarakat Melayu Larantuka atau yang bisa kita sebut sebagai orang Nagi. Sebagai orang Nagi kami pun mengalami hal ini. di sekitaran bale-bale kami duduk bersenda gurau, bermain pantun serta teka-teki. Kesederhanaan, gelak tawa khas Nagi, lalu kalimat ini terucap tanpa dijelaskan maknanya seperti apa.
@gudskulstudikolektif adalah perjalanan penuh makna dan pelajaran. Kami datang sebagai orang asing dengan tas penuh kecemasan, namun pulang sebagai saudara dengan hati yang penuh. Dari dapur Gudkitchen yang hangat, workshop yang intens di ruang - ruang kolektif, hingga perjalanan menembus ruang waktu ke berbagai wilayah.
Bersama teman-teman @gudskul ,@riwanua ,@_makmurdjaja @mediapasirputih dan @indonesiaartmovement , kami membentuk "Sixpack". Sebuah ruang perjumpaan di mana keberagaman latar belakang diolah menjadi satu rasa untuk kerja bersama.
Terima kasih untuk setiap tawa, diskusi tengah malam (mete), dan ilmu yang dibagikan. Perjalanan ini mungkin selesai, tapi kolaborasi dan rencana baik ke depan baru saja dimulai.
#simpasio
#kolektfif
#gudskulstudikolektif

"Bu Bi Da Di Ma Bu, Ja Ke Ta Di Ma O" Buah bidara dimakan burung jatuh ke tanah dimakan orang.
Ini adalah sebuah ungkapan yang diwariskan dalam kehidupan masyarakat Melayu Larantuka. Dalam tantangan globalisasi, ungkapan ini pun masih cukup terawat dalam kehidupan masyarakat Melayu Larantuka atau yang bisa kita sebut sebagai orang Nagi. Sebagai orang Nagi kami pun mengalami hal ini. di sekitaran bale-bale kami duduk bersenda gurau, bermain pantun serta teka-teki. Kesederhanaan, gelak tawa khas Nagi, lalu kalimat ini terucap tanpa dijelaskan maknanya seperti apa.
@gudskulstudikolektif adalah perjalanan penuh makna dan pelajaran. Kami datang sebagai orang asing dengan tas penuh kecemasan, namun pulang sebagai saudara dengan hati yang penuh. Dari dapur Gudkitchen yang hangat, workshop yang intens di ruang - ruang kolektif, hingga perjalanan menembus ruang waktu ke berbagai wilayah.
Bersama teman-teman @gudskul ,@riwanua ,@_makmurdjaja @mediapasirputih dan @indonesiaartmovement , kami membentuk "Sixpack". Sebuah ruang perjumpaan di mana keberagaman latar belakang diolah menjadi satu rasa untuk kerja bersama.
Terima kasih untuk setiap tawa, diskusi tengah malam (mete), dan ilmu yang dibagikan. Perjalanan ini mungkin selesai, tapi kolaborasi dan rencana baik ke depan baru saja dimulai.
#simpasio
#kolektfif
#gudskulstudikolektif

"Bu Bi Da Di Ma Bu, Ja Ke Ta Di Ma O" Buah bidara dimakan burung jatuh ke tanah dimakan orang.
Ini adalah sebuah ungkapan yang diwariskan dalam kehidupan masyarakat Melayu Larantuka. Dalam tantangan globalisasi, ungkapan ini pun masih cukup terawat dalam kehidupan masyarakat Melayu Larantuka atau yang bisa kita sebut sebagai orang Nagi. Sebagai orang Nagi kami pun mengalami hal ini. di sekitaran bale-bale kami duduk bersenda gurau, bermain pantun serta teka-teki. Kesederhanaan, gelak tawa khas Nagi, lalu kalimat ini terucap tanpa dijelaskan maknanya seperti apa.
@gudskulstudikolektif adalah perjalanan penuh makna dan pelajaran. Kami datang sebagai orang asing dengan tas penuh kecemasan, namun pulang sebagai saudara dengan hati yang penuh. Dari dapur Gudkitchen yang hangat, workshop yang intens di ruang - ruang kolektif, hingga perjalanan menembus ruang waktu ke berbagai wilayah.
Bersama teman-teman @gudskul ,@riwanua ,@_makmurdjaja @mediapasirputih dan @indonesiaartmovement , kami membentuk "Sixpack". Sebuah ruang perjumpaan di mana keberagaman latar belakang diolah menjadi satu rasa untuk kerja bersama.
Terima kasih untuk setiap tawa, diskusi tengah malam (mete), dan ilmu yang dibagikan. Perjalanan ini mungkin selesai, tapi kolaborasi dan rencana baik ke depan baru saja dimulai.
#simpasio
#kolektfif
#gudskulstudikolektif

"Bu Bi Da Di Ma Bu, Ja Ke Ta Di Ma O" Buah bidara dimakan burung jatuh ke tanah dimakan orang.
Ini adalah sebuah ungkapan yang diwariskan dalam kehidupan masyarakat Melayu Larantuka. Dalam tantangan globalisasi, ungkapan ini pun masih cukup terawat dalam kehidupan masyarakat Melayu Larantuka atau yang bisa kita sebut sebagai orang Nagi. Sebagai orang Nagi kami pun mengalami hal ini. di sekitaran bale-bale kami duduk bersenda gurau, bermain pantun serta teka-teki. Kesederhanaan, gelak tawa khas Nagi, lalu kalimat ini terucap tanpa dijelaskan maknanya seperti apa.
@gudskulstudikolektif adalah perjalanan penuh makna dan pelajaran. Kami datang sebagai orang asing dengan tas penuh kecemasan, namun pulang sebagai saudara dengan hati yang penuh. Dari dapur Gudkitchen yang hangat, workshop yang intens di ruang - ruang kolektif, hingga perjalanan menembus ruang waktu ke berbagai wilayah.
Bersama teman-teman @gudskul ,@riwanua ,@_makmurdjaja @mediapasirputih dan @indonesiaartmovement , kami membentuk "Sixpack". Sebuah ruang perjumpaan di mana keberagaman latar belakang diolah menjadi satu rasa untuk kerja bersama.
Terima kasih untuk setiap tawa, diskusi tengah malam (mete), dan ilmu yang dibagikan. Perjalanan ini mungkin selesai, tapi kolaborasi dan rencana baik ke depan baru saja dimulai.
#simpasio
#kolektfif
#gudskulstudikolektif

"Bu Bi Da Di Ma Bu, Ja Ke Ta Di Ma O" Buah bidara dimakan burung jatuh ke tanah dimakan orang.
Ini adalah sebuah ungkapan yang diwariskan dalam kehidupan masyarakat Melayu Larantuka. Dalam tantangan globalisasi, ungkapan ini pun masih cukup terawat dalam kehidupan masyarakat Melayu Larantuka atau yang bisa kita sebut sebagai orang Nagi. Sebagai orang Nagi kami pun mengalami hal ini. di sekitaran bale-bale kami duduk bersenda gurau, bermain pantun serta teka-teki. Kesederhanaan, gelak tawa khas Nagi, lalu kalimat ini terucap tanpa dijelaskan maknanya seperti apa.
@gudskulstudikolektif adalah perjalanan penuh makna dan pelajaran. Kami datang sebagai orang asing dengan tas penuh kecemasan, namun pulang sebagai saudara dengan hati yang penuh. Dari dapur Gudkitchen yang hangat, workshop yang intens di ruang - ruang kolektif, hingga perjalanan menembus ruang waktu ke berbagai wilayah.
Bersama teman-teman @gudskul ,@riwanua ,@_makmurdjaja @mediapasirputih dan @indonesiaartmovement , kami membentuk "Sixpack". Sebuah ruang perjumpaan di mana keberagaman latar belakang diolah menjadi satu rasa untuk kerja bersama.
Terima kasih untuk setiap tawa, diskusi tengah malam (mete), dan ilmu yang dibagikan. Perjalanan ini mungkin selesai, tapi kolaborasi dan rencana baik ke depan baru saja dimulai.
#simpasio
#kolektfif
#gudskulstudikolektif

"Bu Bi Da Di Ma Bu, Ja Ke Ta Di Ma O" Buah bidara dimakan burung jatuh ke tanah dimakan orang.
Ini adalah sebuah ungkapan yang diwariskan dalam kehidupan masyarakat Melayu Larantuka. Dalam tantangan globalisasi, ungkapan ini pun masih cukup terawat dalam kehidupan masyarakat Melayu Larantuka atau yang bisa kita sebut sebagai orang Nagi. Sebagai orang Nagi kami pun mengalami hal ini. di sekitaran bale-bale kami duduk bersenda gurau, bermain pantun serta teka-teki. Kesederhanaan, gelak tawa khas Nagi, lalu kalimat ini terucap tanpa dijelaskan maknanya seperti apa.
@gudskulstudikolektif adalah perjalanan penuh makna dan pelajaran. Kami datang sebagai orang asing dengan tas penuh kecemasan, namun pulang sebagai saudara dengan hati yang penuh. Dari dapur Gudkitchen yang hangat, workshop yang intens di ruang - ruang kolektif, hingga perjalanan menembus ruang waktu ke berbagai wilayah.
Bersama teman-teman @gudskul ,@riwanua ,@_makmurdjaja @mediapasirputih dan @indonesiaartmovement , kami membentuk "Sixpack". Sebuah ruang perjumpaan di mana keberagaman latar belakang diolah menjadi satu rasa untuk kerja bersama.
Terima kasih untuk setiap tawa, diskusi tengah malam (mete), dan ilmu yang dibagikan. Perjalanan ini mungkin selesai, tapi kolaborasi dan rencana baik ke depan baru saja dimulai.
#simpasio
#kolektfif
#gudskulstudikolektif

"Bu Bi Da Di Ma Bu, Ja Ke Ta Di Ma O" Buah bidara dimakan burung jatuh ke tanah dimakan orang.
Ini adalah sebuah ungkapan yang diwariskan dalam kehidupan masyarakat Melayu Larantuka. Dalam tantangan globalisasi, ungkapan ini pun masih cukup terawat dalam kehidupan masyarakat Melayu Larantuka atau yang bisa kita sebut sebagai orang Nagi. Sebagai orang Nagi kami pun mengalami hal ini. di sekitaran bale-bale kami duduk bersenda gurau, bermain pantun serta teka-teki. Kesederhanaan, gelak tawa khas Nagi, lalu kalimat ini terucap tanpa dijelaskan maknanya seperti apa.
@gudskulstudikolektif adalah perjalanan penuh makna dan pelajaran. Kami datang sebagai orang asing dengan tas penuh kecemasan, namun pulang sebagai saudara dengan hati yang penuh. Dari dapur Gudkitchen yang hangat, workshop yang intens di ruang - ruang kolektif, hingga perjalanan menembus ruang waktu ke berbagai wilayah.
Bersama teman-teman @gudskul ,@riwanua ,@_makmurdjaja @mediapasirputih dan @indonesiaartmovement , kami membentuk "Sixpack". Sebuah ruang perjumpaan di mana keberagaman latar belakang diolah menjadi satu rasa untuk kerja bersama.
Terima kasih untuk setiap tawa, diskusi tengah malam (mete), dan ilmu yang dibagikan. Perjalanan ini mungkin selesai, tapi kolaborasi dan rencana baik ke depan baru saja dimulai.
#simpasio
#kolektfif
#gudskulstudikolektif

"Bu Bi Da Di Ma Bu, Ja Ke Ta Di Ma O" Buah bidara dimakan burung jatuh ke tanah dimakan orang.
Ini adalah sebuah ungkapan yang diwariskan dalam kehidupan masyarakat Melayu Larantuka. Dalam tantangan globalisasi, ungkapan ini pun masih cukup terawat dalam kehidupan masyarakat Melayu Larantuka atau yang bisa kita sebut sebagai orang Nagi. Sebagai orang Nagi kami pun mengalami hal ini. di sekitaran bale-bale kami duduk bersenda gurau, bermain pantun serta teka-teki. Kesederhanaan, gelak tawa khas Nagi, lalu kalimat ini terucap tanpa dijelaskan maknanya seperti apa.
@gudskulstudikolektif adalah perjalanan penuh makna dan pelajaran. Kami datang sebagai orang asing dengan tas penuh kecemasan, namun pulang sebagai saudara dengan hati yang penuh. Dari dapur Gudkitchen yang hangat, workshop yang intens di ruang - ruang kolektif, hingga perjalanan menembus ruang waktu ke berbagai wilayah.
Bersama teman-teman @gudskul ,@riwanua ,@_makmurdjaja @mediapasirputih dan @indonesiaartmovement , kami membentuk "Sixpack". Sebuah ruang perjumpaan di mana keberagaman latar belakang diolah menjadi satu rasa untuk kerja bersama.
Terima kasih untuk setiap tawa, diskusi tengah malam (mete), dan ilmu yang dibagikan. Perjalanan ini mungkin selesai, tapi kolaborasi dan rencana baik ke depan baru saja dimulai.
#simpasio
#kolektfif
#gudskulstudikolektif
Perjumpaan Kolektif: Menenun Rasa di Satu Kuali
Filosofi “Ikan di laut, asam di darat yang bertemu dalam satu kuali” bukan sekadar pepatah bagi SimpaSio. Ia adalah metafora hidup ketika menjadi bagian dari@gudskulstudikolektif batch #6 . Teh Ta Ambas Mino Sibawa di Mari, sebuah simfoni lima bahasa daerah (Sasak, Asmat, Larantuka, Bugis, dan Betawi), Sixpack mengundang semua untuk makan dan minum bersama, merayakan kebiasaan kami di GudKitchen ke dalam ruang yang lebih luas.
Ungkapan ini sesungguhnya adalah spirit kerja multipihak; sebuah ruang perjumpaan di mana keberagaman latar belakang dari @gudskul , Ruang SimpaSio, @_makmurdjaja , @mediapasirputih , @indonesiaartmovement , dan @riwanua diolah menjadi satu rasa untuk kerja bersama berbagi sumber daya.
Perjalanan di Makassar terasa begitu cair, dimulai dari pintu rumah Riwanua yang terbuka lebar menyambut kami dengan deretan jajanan manis, mie titi, hingga coto. Di sana, di antara aroma Coto Makassar yang mengepul, kami duduk melingkar berbagi asa dan rasa, hingga dinamika kolektif yang sering kali naik turun.
Obrolan itu mengalir hingga ke @celebes_vintage_gallery , di mana barang-barang antik berbisik tentang sejarah, hingga ke langkah kaki kami di Benteng Rotterdam bersama Riwanua. Bertemu kawan - kawan di @katakerja, @antropos.id, @sindikatotakplastik hingga manisnya pisang epe di Losari selalu punya cara untuk menghadiahkan semangat dengan cerita-cerita baru tentang masa depan.
Menembus ruang waktu di Leang-Leang, kamisadar bahwa hidup bersama dan berkolektif bukanlah sekadar tren masa kini, melainkan fitrah manusia yang kita jemput kembali dari akar peradaban. Perjumpaan - perjumpaan bermakna selama dua tahun di @gudskulstudikolektif bukan sekadar program atau rekan kerja; ia adalah kakak yang hangat, teman baik, dan rumah ramai yang selalu menjadi tempat pulang. Meski setiap program memiliki batas akhir, kami pulang dengan janji tak tertulis untuk tidak saling meninggalkan dan terus berbagi dalam setiap rencana baik ke depan.
#simpasio
#makassar
#gudskulstudikolektif

PANEN MAKASSAR
Sabtu, 18 April 2026
15:00 -selesai
di Riwanua
Kompleks Perumahan Dosen Unhas, Tamalanrea, Blok H14
Makassar, Sulawesi Selatan.
Program Gudskul Studi Kolektif batch#6 yang berlangsung dua tahun (September 2024-April 2026) memasuki tahap akhir. Lima kolektif peserta batch#6 ini antara lain: Riwanua, Makassar; Ruang SimpaSio, Larantuka; Makmur Djaja, Jakarta; Indonesia Art Movement, Jayapura; dan Pasir Putih, Lombok, berkumpul di Makassar dan menggelar Panen Makassar dengan berbagai kegiatan, antara lain: workshop mural kolaboratif santai, pemutaran Dokumentasi Alam dan Budaya: Menggali Kebudayaan Pangan Flores Timur karya kolaborasi Bakudapan Food Study Group dan Ruang Simpasio, dan aktivasi dapur Riwanua dengan Masak-Masak Asyik (MMA) x Konspirasi Bakar-Bakar Ikan (KBBI).
Kami mengajak kerabat sekalian untuk bergabung, bercengkrama lalu makan malam bersama.
#makassar
#riwanua
#gudskulstudikolektif
TAMBELARINARO (mixtape) OUT NOW !!
.
Written &Composer by. Outsiderbxck & Nvro
Permform by. @irama.ilemandiri
Prod by. cangkerzdjockz
Pilot Drone by. LookStudio
Direct Video By.Insom Visual & Larantuka Inside
Editor by.Insom Visual
Support by. InsomVisual Larantuka, Ruang Simpasio
.
.
Spesial Thanks to :
Tuandeo , Lewotana , Orang Tua , Kaka Joy koten , Nar Botor , Neo RD , Eda Tukan, TomiRiberu, Rius Werangdan semua ade-ade Irima :
Maria Puella Jessica,Anastasia Eva L. Lewoema, Siblina Aretha H. E. Tukan, Audry B. Chaviva Hotan , Theresia C. Naviera Turadoken ,Joseph Leonel Mautuka ,Ferdinandus Bernadino A. Lewolia ,Georgio Aloysius Lamawuran
Renata Maria E. Wona ,Yuliana Helana E. Hape , Maria Andini P. Fernandez , Antonius Fernandez , Aloysius Gratio Santus , Theresia D. Queen Koten
Vincentia Letek Kewaola , Florentine Antania sila , Maria Palang L. Turadoken
Trinitas Anna Maria Ina Tokan , Otniel Martin renan Lein , Margaretha E. Dua Lehan , Lukas L. Salvator Diaz , Yohana Delong Diaz, Gratia Dominiqe Lamawuran
Hendrika Adinda P. Fernandez, Jelita V. Putri Pratama , Maria Claudia N. Sabon
Yuliana Yeni Tukan , Muhammad Dzaki Alhusni , Maria Galadysa Carvallo
Puella Josephine Muda Tlupun , Katharina Antonia Riberu , Theresia Dona Agnes Niron , Rosalia Siba Ina , Dinda Pricila Mele Hokeng , Maria Quen Payong
Cerita Mo Bapa kali ini adalah bagian dari pergumulan orang - orang yang memilih tetap merantau atau pulang kampung. Tentang pilihan - pilihan yang ternyata tidak semua datang dari suara hati tapi sistem di masyarakat yang barangkali tidak kita sadari.
Hari Minggu jadi reflektif sambil rebahan, boleh juga nih.
#simpasio
#larantuka
#florestimur
#pulangkampung
Seru senang di SimpaSio sore ini biar semangat kembali ke sekolah setelah libur panjang.
#sahabatsimpasio
Prosesi Semana Santa di Larantuka Flores Timur.
Buku ini ditulis oleh Felix Fernandez, Yakob Riberu, dan Johan Suban Tukan. Buku ini berisi tentang promesa, kapela dan tori, armida, juga doa - doa dan nyanyian orang Larantuka Katolik tertua di abad ke XV dan masih ada sampai hari ini.
#buku
#simpasio
#larantuka
#florestimur
#semanasanta

Bagi orang Serani di Larantuka, Bunda Maria bukan hanya sosok dalam kitab suci. Ia adalah "Tuan Ma". Gelar bangsawan yang berpadu dengan panggilan paling dekat dan lekat bagi seorang perempuan: Mama.
Namun, pernahkah kita merenung, mengapa devosi ini begitu mengakar kuat di Nagi?
Iman kita tidak tumbuh di ruang hampa. Ia tumbuh di atas tanah kebudayaan Lamaholot yang sangat memuliakan perempuan. Kita mengenal Kayo Puken (Pokok Pohon) dan Wai Matan (Mata Air). Bagi kita, perempuan adalah sumber sekaligus penyelamat kehidupan.
Maka, ketika kita berjalan di belakang Tuan Ma pada malam Jumat Agung, kita tidak sedang sekadar mengikuti prosesi. Kita sedang membatini duka seorang Ibu. Kita sedang menghormati ia yang—seperti Tonu Wujo dalam mite kita—rela mengorbankan segalanya demi keselamatan sesama.
Inilah perjumpaan antara ajaran Gereja dan kearifan lokal. Sebuah "Teologi Lokal" yang membuat Tuan Ma tetap unik, istimewa, dan tak tergantikan di hati umat Larantuka.
#simpasio
#larantuka
#florestimur
#semanasanta
#materdolorosa

Bagi orang Serani di Larantuka, Bunda Maria bukan hanya sosok dalam kitab suci. Ia adalah "Tuan Ma". Gelar bangsawan yang berpadu dengan panggilan paling dekat dan lekat bagi seorang perempuan: Mama.
Namun, pernahkah kita merenung, mengapa devosi ini begitu mengakar kuat di Nagi?
Iman kita tidak tumbuh di ruang hampa. Ia tumbuh di atas tanah kebudayaan Lamaholot yang sangat memuliakan perempuan. Kita mengenal Kayo Puken (Pokok Pohon) dan Wai Matan (Mata Air). Bagi kita, perempuan adalah sumber sekaligus penyelamat kehidupan.
Maka, ketika kita berjalan di belakang Tuan Ma pada malam Jumat Agung, kita tidak sedang sekadar mengikuti prosesi. Kita sedang membatini duka seorang Ibu. Kita sedang menghormati ia yang—seperti Tonu Wujo dalam mite kita—rela mengorbankan segalanya demi keselamatan sesama.
Inilah perjumpaan antara ajaran Gereja dan kearifan lokal. Sebuah "Teologi Lokal" yang membuat Tuan Ma tetap unik, istimewa, dan tak tergantikan di hati umat Larantuka.
#simpasio
#larantuka
#florestimur
#semanasanta
#materdolorosa

Bagi orang Serani di Larantuka, Bunda Maria bukan hanya sosok dalam kitab suci. Ia adalah "Tuan Ma". Gelar bangsawan yang berpadu dengan panggilan paling dekat dan lekat bagi seorang perempuan: Mama.
Namun, pernahkah kita merenung, mengapa devosi ini begitu mengakar kuat di Nagi?
Iman kita tidak tumbuh di ruang hampa. Ia tumbuh di atas tanah kebudayaan Lamaholot yang sangat memuliakan perempuan. Kita mengenal Kayo Puken (Pokok Pohon) dan Wai Matan (Mata Air). Bagi kita, perempuan adalah sumber sekaligus penyelamat kehidupan.
Maka, ketika kita berjalan di belakang Tuan Ma pada malam Jumat Agung, kita tidak sedang sekadar mengikuti prosesi. Kita sedang membatini duka seorang Ibu. Kita sedang menghormati ia yang—seperti Tonu Wujo dalam mite kita—rela mengorbankan segalanya demi keselamatan sesama.
Inilah perjumpaan antara ajaran Gereja dan kearifan lokal. Sebuah "Teologi Lokal" yang membuat Tuan Ma tetap unik, istimewa, dan tak tergantikan di hati umat Larantuka.
#simpasio
#larantuka
#florestimur
#semanasanta
#materdolorosa

Bagi orang Serani di Larantuka, Bunda Maria bukan hanya sosok dalam kitab suci. Ia adalah "Tuan Ma". Gelar bangsawan yang berpadu dengan panggilan paling dekat dan lekat bagi seorang perempuan: Mama.
Namun, pernahkah kita merenung, mengapa devosi ini begitu mengakar kuat di Nagi?
Iman kita tidak tumbuh di ruang hampa. Ia tumbuh di atas tanah kebudayaan Lamaholot yang sangat memuliakan perempuan. Kita mengenal Kayo Puken (Pokok Pohon) dan Wai Matan (Mata Air). Bagi kita, perempuan adalah sumber sekaligus penyelamat kehidupan.
Maka, ketika kita berjalan di belakang Tuan Ma pada malam Jumat Agung, kita tidak sedang sekadar mengikuti prosesi. Kita sedang membatini duka seorang Ibu. Kita sedang menghormati ia yang—seperti Tonu Wujo dalam mite kita—rela mengorbankan segalanya demi keselamatan sesama.
Inilah perjumpaan antara ajaran Gereja dan kearifan lokal. Sebuah "Teologi Lokal" yang membuat Tuan Ma tetap unik, istimewa, dan tak tergantikan di hati umat Larantuka.
#simpasio
#larantuka
#florestimur
#semanasanta
#materdolorosa

Bagi orang Serani di Larantuka, Bunda Maria bukan hanya sosok dalam kitab suci. Ia adalah "Tuan Ma". Gelar bangsawan yang berpadu dengan panggilan paling dekat dan lekat bagi seorang perempuan: Mama.
Namun, pernahkah kita merenung, mengapa devosi ini begitu mengakar kuat di Nagi?
Iman kita tidak tumbuh di ruang hampa. Ia tumbuh di atas tanah kebudayaan Lamaholot yang sangat memuliakan perempuan. Kita mengenal Kayo Puken (Pokok Pohon) dan Wai Matan (Mata Air). Bagi kita, perempuan adalah sumber sekaligus penyelamat kehidupan.
Maka, ketika kita berjalan di belakang Tuan Ma pada malam Jumat Agung, kita tidak sedang sekadar mengikuti prosesi. Kita sedang membatini duka seorang Ibu. Kita sedang menghormati ia yang—seperti Tonu Wujo dalam mite kita—rela mengorbankan segalanya demi keselamatan sesama.
Inilah perjumpaan antara ajaran Gereja dan kearifan lokal. Sebuah "Teologi Lokal" yang membuat Tuan Ma tetap unik, istimewa, dan tak tergantikan di hati umat Larantuka.
#simpasio
#larantuka
#florestimur
#semanasanta
#materdolorosa

Bagi orang Serani di Larantuka, Bunda Maria bukan hanya sosok dalam kitab suci. Ia adalah "Tuan Ma". Gelar bangsawan yang berpadu dengan panggilan paling dekat dan lekat bagi seorang perempuan: Mama.
Namun, pernahkah kita merenung, mengapa devosi ini begitu mengakar kuat di Nagi?
Iman kita tidak tumbuh di ruang hampa. Ia tumbuh di atas tanah kebudayaan Lamaholot yang sangat memuliakan perempuan. Kita mengenal Kayo Puken (Pokok Pohon) dan Wai Matan (Mata Air). Bagi kita, perempuan adalah sumber sekaligus penyelamat kehidupan.
Maka, ketika kita berjalan di belakang Tuan Ma pada malam Jumat Agung, kita tidak sedang sekadar mengikuti prosesi. Kita sedang membatini duka seorang Ibu. Kita sedang menghormati ia yang—seperti Tonu Wujo dalam mite kita—rela mengorbankan segalanya demi keselamatan sesama.
Inilah perjumpaan antara ajaran Gereja dan kearifan lokal. Sebuah "Teologi Lokal" yang membuat Tuan Ma tetap unik, istimewa, dan tak tergantikan di hati umat Larantuka.
#simpasio
#larantuka
#florestimur
#semanasanta
#materdolorosa

Bagi orang Serani di Larantuka, Bunda Maria bukan hanya sosok dalam kitab suci. Ia adalah "Tuan Ma". Gelar bangsawan yang berpadu dengan panggilan paling dekat dan lekat bagi seorang perempuan: Mama.
Namun, pernahkah kita merenung, mengapa devosi ini begitu mengakar kuat di Nagi?
Iman kita tidak tumbuh di ruang hampa. Ia tumbuh di atas tanah kebudayaan Lamaholot yang sangat memuliakan perempuan. Kita mengenal Kayo Puken (Pokok Pohon) dan Wai Matan (Mata Air). Bagi kita, perempuan adalah sumber sekaligus penyelamat kehidupan.
Maka, ketika kita berjalan di belakang Tuan Ma pada malam Jumat Agung, kita tidak sedang sekadar mengikuti prosesi. Kita sedang membatini duka seorang Ibu. Kita sedang menghormati ia yang—seperti Tonu Wujo dalam mite kita—rela mengorbankan segalanya demi keselamatan sesama.
Inilah perjumpaan antara ajaran Gereja dan kearifan lokal. Sebuah "Teologi Lokal" yang membuat Tuan Ma tetap unik, istimewa, dan tak tergantikan di hati umat Larantuka.
#simpasio
#larantuka
#florestimur
#semanasanta
#materdolorosa
Просмотрщик Историй Instagram — это удобный инструмент, который позволяет вам тайно смотреть и сохранять Истории Instagram, видео, фотографии или IGTV. С помощью этого сервиса вы можете скачать контент и наслаждаться им в оффлайн-режиме в любое время. Если вы нашли что-то интересное в Instagram, что хотите посмотреть позже или хотите просматривать Истории, оставаясь анонимным, наш инструмент — именно то, что вам нужно. Anonstories предлагает отличное решение для скрытия вашей личности. Instagram запустил функцию Stories в августе 2023 года, и она быстро стала популярной на других платформах благодаря захватывающему формату с временными ограничениями. Истории позволяют пользователям делиться быстрыми обновлениями: фото, видео или селфи, дополненными текстом, эмодзи или фильтрами, и доступны только в течение 24 часов. Это ограниченное время создает высокий уровень вовлеченности по сравнению с обычными постами. В современном мире Истории — один из самых популярных способов общения и связи в социальных сетях. Однако, когда вы смотрите Историю, создатель видит ваше имя в списке зрителей, что может быть проблемой с точки зрения конфиденциальности. Что если вы хотите просматривать Истории, не будучи замеченным? Вот где Anonstories окажется полезным. Он позволяет вам смотреть публичный контент Instagram, не раскрывая вашу личность. Просто введите имя пользователя профиля, который вас интересует, и инструмент покажет его последние Истории. Особенности Просмотрщика Anonstories: - Анонимный просмотр: смотрите Истории без отображения в списке зрителей. - Нет необходимости в аккаунте: смотрите публичный контент без регистрации в Instagram. - Скачивание контента: сохраняйте любые Истории прямо на устройство для оффлайн-просмотра. - Просмотр Хайлайтов: получайте доступ к Хайлайтам Instagram, даже после 24 часов. - Мониторинг репостов: отслеживайте репосты или уровень вовлеченности на Историях для личных профилей. Ограничения: - Инструмент работает только с публичными аккаунтами; закрытые аккаунты остаются недоступными. Преимущества: - Защита конфиденциальности: смотрите любой контент в Instagram, не будучи замеченным. - Простой и удобный: не нужно устанавливать приложение или регистрироваться. - Эксклюзивные инструменты: скачивайте и управляйте контентом в способах, которые Instagram не предлагает.
Следите за обновлениями в Instagram скрытно, защищая свою конфиденциальность и оставаясь анонимным.
Смотрите профили и фотографии анонимно с помощью Приватного Просмотрщика профилей.
Этот бесплатный инструмент позволяет вам анонимно просматривать Истории в Instagram, гарантируя, что ваша активность останется скрытой от загрузившего Историю.
Anonstories позволяет пользователям просматривать Истории Instagram, не уведомляя создателя.
Работает без проблем на iOS, Android, Windows, macOS и современных браузерах, таких как Chrome и Safari.
Приоритет на безопасный, анонимный просмотр без необходимости ввода учетных данных.
Пользователи могут просматривать публичные Истории, просто вводя имя пользователя — без регистрации.
Легко скачивайте фотографии (JPEG) и видео (MP4).
Сервис бесплатен для использования.
Контент с приватных аккаунтов доступен только для подписчиков.
Файлы предназначены только для личного или образовательного использования и должны соответствовать правилам авторского права.
Введите публичное имя пользователя для просмотра или скачивания Историй. Сервис генерирует прямые ссылки для сохранения контента на ваше устройство.