Edwin
Sebuah kolaborasi penuh kegilaan dari Edwin @lablabalaba dan Eka Kurniawan @gnolbo.
Berangkat dari keresahan tentang dunia kerja hari ini yang kian menggila dan banyak yang menormalisasi ketidakwajaran itu. Monster Pabrik Rambut lahir sebagai sebuah eksperimen horor yang berbeda.
#MonsterPabrikRambut, sebuah film karya Edwin, tayang 4 Juni 2026 di bioskop kesayanganmu.
Recollecting memories of @lablabalaba’s films at “Eyes Wide Club: Edwin Retrospective - Before the Monster” were such a blast!
The energy exchange that happened from Postcards from the Zoo, Edwin’s Short Film Compilation to the Q&A discussions were so amazing!
Terima kasih banyak buat semua yang udah nonton bareng dan membuat @krapela.live penuh dua hari kemarin!
For those who missed the euphoria, teror sesungguhnya di #MonsterPabrikRambut akan mulai serentak di bioskop mulai 4 Juni nanti.
See you on the big screen!

Postcards From The Zoo (2012)
Berawal dari bengong-bengong seharian di kebun binatang Ragunan.
Ada pengumuman anak hilang.
"Bagi orang tua yang merasa anaknya tertinggal, diharap datang ke pusat informasi kebun binatang Ragunan."
Begitu kira-kira pengumumannya.
Tahapan pengembangan selama 2 tahun bersama Torino Film Lab (sepanjang tahun 2009)dan Sundance Screenwriters Lab (2010).
Ditayangkan perdana di Berlinale 2012.
Besok, tanggal 19 Mei 2026, ditayangkan di @krapela.live dalam program Eyes Wide Club.
Ditemani produsernya, Meiske Taurisia yang akan berbagi segala proses dari pengembangan cerita, preps, produksi sampai paska produksi, financing, dan distribusinya.
Ticket box ada di bio.
Sampai jumpa.

Postcards From The Zoo (2012)
Berawal dari bengong-bengong seharian di kebun binatang Ragunan.
Ada pengumuman anak hilang.
"Bagi orang tua yang merasa anaknya tertinggal, diharap datang ke pusat informasi kebun binatang Ragunan."
Begitu kira-kira pengumumannya.
Tahapan pengembangan selama 2 tahun bersama Torino Film Lab (sepanjang tahun 2009)dan Sundance Screenwriters Lab (2010).
Ditayangkan perdana di Berlinale 2012.
Besok, tanggal 19 Mei 2026, ditayangkan di @krapela.live dalam program Eyes Wide Club.
Ditemani produsernya, Meiske Taurisia yang akan berbagi segala proses dari pengembangan cerita, preps, produksi sampai paska produksi, financing, dan distribusinya.
Ticket box ada di bio.
Sampai jumpa.
Postcards From The Zoo (2012)
Berawal dari bengong-bengong seharian di kebun binatang Ragunan.
Ada pengumuman anak hilang.
"Bagi orang tua yang merasa anaknya tertinggal, diharap datang ke pusat informasi kebun binatang Ragunan."
Begitu kira-kira pengumumannya.
Tahapan pengembangan selama 2 tahun bersama Torino Film Lab (sepanjang tahun 2009)dan Sundance Screenwriters Lab (2010).
Ditayangkan perdana di Berlinale 2012.
Besok, tanggal 19 Mei 2026, ditayangkan di @krapela.live dalam program Eyes Wide Club.
Ditemani produsernya, Meiske Taurisia yang akan berbagi segala proses dari pengembangan cerita, preps, produksi sampai paska produksi, financing, dan distribusinya.
Ticket box ada di bio.
Sampai jumpa.

Semesta Fantastis dan Ajaib dari Edwin.
From making history at Cannes with Kara, Anak Sebatang Pohon (2005) to winning the Golden Leopard for Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas (2021), his vision has always challenged the boundaries of our cinema.
Sebelum karya terbarunya, Monster Pabrik Rambut, rilis 4 Juni nanti, let’s dive into his magical journey.
Because in Edwin’s @lablabalaba world, the abnormal is the new normal.
Besok, Edwin Retrospective screening di @krapela.live! Secure your tickets now at ruangevent.com.
#MonsterPabrikRambut

Semesta Fantastis dan Ajaib dari Edwin.
From making history at Cannes with Kara, Anak Sebatang Pohon (2005) to winning the Golden Leopard for Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas (2021), his vision has always challenged the boundaries of our cinema.
Sebelum karya terbarunya, Monster Pabrik Rambut, rilis 4 Juni nanti, let’s dive into his magical journey.
Because in Edwin’s @lablabalaba world, the abnormal is the new normal.
Besok, Edwin Retrospective screening di @krapela.live! Secure your tickets now at ruangevent.com.
#MonsterPabrikRambut

Semesta Fantastis dan Ajaib dari Edwin.
From making history at Cannes with Kara, Anak Sebatang Pohon (2005) to winning the Golden Leopard for Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas (2021), his vision has always challenged the boundaries of our cinema.
Sebelum karya terbarunya, Monster Pabrik Rambut, rilis 4 Juni nanti, let’s dive into his magical journey.
Because in Edwin’s @lablabalaba world, the abnormal is the new normal.
Besok, Edwin Retrospective screening di @krapela.live! Secure your tickets now at ruangevent.com.
#MonsterPabrikRambut

Semesta Fantastis dan Ajaib dari Edwin.
From making history at Cannes with Kara, Anak Sebatang Pohon (2005) to winning the Golden Leopard for Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas (2021), his vision has always challenged the boundaries of our cinema.
Sebelum karya terbarunya, Monster Pabrik Rambut, rilis 4 Juni nanti, let’s dive into his magical journey.
Because in Edwin’s @lablabalaba world, the abnormal is the new normal.
Besok, Edwin Retrospective screening di @krapela.live! Secure your tickets now at ruangevent.com.
#MonsterPabrikRambut

Semesta Fantastis dan Ajaib dari Edwin.
From making history at Cannes with Kara, Anak Sebatang Pohon (2005) to winning the Golden Leopard for Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas (2021), his vision has always challenged the boundaries of our cinema.
Sebelum karya terbarunya, Monster Pabrik Rambut, rilis 4 Juni nanti, let’s dive into his magical journey.
Because in Edwin’s @lablabalaba world, the abnormal is the new normal.
Besok, Edwin Retrospective screening di @krapela.live! Secure your tickets now at ruangevent.com.
#MonsterPabrikRambut

Semesta Fantastis dan Ajaib dari Edwin.
From making history at Cannes with Kara, Anak Sebatang Pohon (2005) to winning the Golden Leopard for Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas (2021), his vision has always challenged the boundaries of our cinema.
Sebelum karya terbarunya, Monster Pabrik Rambut, rilis 4 Juni nanti, let’s dive into his magical journey.
Because in Edwin’s @lablabalaba world, the abnormal is the new normal.
Besok, Edwin Retrospective screening di @krapela.live! Secure your tickets now at ruangevent.com.
#MonsterPabrikRambut

Semesta Fantastis dan Ajaib dari Edwin.
From making history at Cannes with Kara, Anak Sebatang Pohon (2005) to winning the Golden Leopard for Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas (2021), his vision has always challenged the boundaries of our cinema.
Sebelum karya terbarunya, Monster Pabrik Rambut, rilis 4 Juni nanti, let’s dive into his magical journey.
Because in Edwin’s @lablabalaba world, the abnormal is the new normal.
Besok, Edwin Retrospective screening di @krapela.live! Secure your tickets now at ruangevent.com.
#MonsterPabrikRambut

Semesta Fantastis dan Ajaib dari Edwin.
From making history at Cannes with Kara, Anak Sebatang Pohon (2005) to winning the Golden Leopard for Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas (2021), his vision has always challenged the boundaries of our cinema.
Sebelum karya terbarunya, Monster Pabrik Rambut, rilis 4 Juni nanti, let’s dive into his magical journey.
Because in Edwin’s @lablabalaba world, the abnormal is the new normal.
Besok, Edwin Retrospective screening di @krapela.live! Secure your tickets now at ruangevent.com.
#MonsterPabrikRambut

Istri Orang di atas Perahu Suami Orang (2013)
Sebuah film berdurasi 55 menit, respon dari script yang ditulis oleh Seno Gumira Ajidarma, berdasarkan cerpennya Cinta di atas Perahu Cadik.
Di sebuah rumah cantik yang dibangun di tepi tebing 100 tahun yang lalu. Halimah meninggalkan Sukab suaminya. Ia berlari tanpa alas kaki menuruni tebing batu yang tajam hingga kakinya berdarah di air laut.
Sukab menganggap hilangnya sang istri sebagai permainan petak umpet yang menyenangkan untuk menguji cinta.
Demi mencari Halimah yang hilang tanpa jejak, sang suami terus berlayar hingga akhirnya menjadi pelaut dan nelayan paling hebat.
100 tahun kemudian, seorang perempuan terpikat oleh cerita legendaris ini. Dalam perjalanannya menemukan jejak mitos romantis yang telah dilupakan, Ia bertemu gurita jadi-jadian yang mencari saudara kembarnya. Mereka pun melebur hilang bagai ingatan penduduk yang tidak ada sangkut pautnya dengan kisah legenda Halimah dan Sukab 100 tahun yang lalu.
Fiksi jadi-jadian yang melebur dengan Dokumenter jadi-jadian.
Pernah diputar di Jeonju, Tokyo, Locarno dan Yamagata.
Tanggal 19 Mei 2026 diputar di Krapela bersama Dajang Soembi, Kara Anak Sebatang Pohon, Trip To The Wound, dan Hulahoop Soundings.

Istri Orang di atas Perahu Suami Orang (2013)
Sebuah film berdurasi 55 menit, respon dari script yang ditulis oleh Seno Gumira Ajidarma, berdasarkan cerpennya Cinta di atas Perahu Cadik.
Di sebuah rumah cantik yang dibangun di tepi tebing 100 tahun yang lalu. Halimah meninggalkan Sukab suaminya. Ia berlari tanpa alas kaki menuruni tebing batu yang tajam hingga kakinya berdarah di air laut.
Sukab menganggap hilangnya sang istri sebagai permainan petak umpet yang menyenangkan untuk menguji cinta.
Demi mencari Halimah yang hilang tanpa jejak, sang suami terus berlayar hingga akhirnya menjadi pelaut dan nelayan paling hebat.
100 tahun kemudian, seorang perempuan terpikat oleh cerita legendaris ini. Dalam perjalanannya menemukan jejak mitos romantis yang telah dilupakan, Ia bertemu gurita jadi-jadian yang mencari saudara kembarnya. Mereka pun melebur hilang bagai ingatan penduduk yang tidak ada sangkut pautnya dengan kisah legenda Halimah dan Sukab 100 tahun yang lalu.
Fiksi jadi-jadian yang melebur dengan Dokumenter jadi-jadian.
Pernah diputar di Jeonju, Tokyo, Locarno dan Yamagata.
Tanggal 19 Mei 2026 diputar di Krapela bersama Dajang Soembi, Kara Anak Sebatang Pohon, Trip To The Wound, dan Hulahoop Soundings.

Istri Orang di atas Perahu Suami Orang (2013)
Sebuah film berdurasi 55 menit, respon dari script yang ditulis oleh Seno Gumira Ajidarma, berdasarkan cerpennya Cinta di atas Perahu Cadik.
Di sebuah rumah cantik yang dibangun di tepi tebing 100 tahun yang lalu. Halimah meninggalkan Sukab suaminya. Ia berlari tanpa alas kaki menuruni tebing batu yang tajam hingga kakinya berdarah di air laut.
Sukab menganggap hilangnya sang istri sebagai permainan petak umpet yang menyenangkan untuk menguji cinta.
Demi mencari Halimah yang hilang tanpa jejak, sang suami terus berlayar hingga akhirnya menjadi pelaut dan nelayan paling hebat.
100 tahun kemudian, seorang perempuan terpikat oleh cerita legendaris ini. Dalam perjalanannya menemukan jejak mitos romantis yang telah dilupakan, Ia bertemu gurita jadi-jadian yang mencari saudara kembarnya. Mereka pun melebur hilang bagai ingatan penduduk yang tidak ada sangkut pautnya dengan kisah legenda Halimah dan Sukab 100 tahun yang lalu.
Fiksi jadi-jadian yang melebur dengan Dokumenter jadi-jadian.
Pernah diputar di Jeonju, Tokyo, Locarno dan Yamagata.
Tanggal 19 Mei 2026 diputar di Krapela bersama Dajang Soembi, Kara Anak Sebatang Pohon, Trip To The Wound, dan Hulahoop Soundings.

Istri Orang di atas Perahu Suami Orang (2013)
Sebuah film berdurasi 55 menit, respon dari script yang ditulis oleh Seno Gumira Ajidarma, berdasarkan cerpennya Cinta di atas Perahu Cadik.
Di sebuah rumah cantik yang dibangun di tepi tebing 100 tahun yang lalu. Halimah meninggalkan Sukab suaminya. Ia berlari tanpa alas kaki menuruni tebing batu yang tajam hingga kakinya berdarah di air laut.
Sukab menganggap hilangnya sang istri sebagai permainan petak umpet yang menyenangkan untuk menguji cinta.
Demi mencari Halimah yang hilang tanpa jejak, sang suami terus berlayar hingga akhirnya menjadi pelaut dan nelayan paling hebat.
100 tahun kemudian, seorang perempuan terpikat oleh cerita legendaris ini. Dalam perjalanannya menemukan jejak mitos romantis yang telah dilupakan, Ia bertemu gurita jadi-jadian yang mencari saudara kembarnya. Mereka pun melebur hilang bagai ingatan penduduk yang tidak ada sangkut pautnya dengan kisah legenda Halimah dan Sukab 100 tahun yang lalu.
Fiksi jadi-jadian yang melebur dengan Dokumenter jadi-jadian.
Pernah diputar di Jeonju, Tokyo, Locarno dan Yamagata.
Tanggal 19 Mei 2026 diputar di Krapela bersama Dajang Soembi, Kara Anak Sebatang Pohon, Trip To The Wound, dan Hulahoop Soundings.

Istri Orang di atas Perahu Suami Orang (2013)
Sebuah film berdurasi 55 menit, respon dari script yang ditulis oleh Seno Gumira Ajidarma, berdasarkan cerpennya Cinta di atas Perahu Cadik.
Di sebuah rumah cantik yang dibangun di tepi tebing 100 tahun yang lalu. Halimah meninggalkan Sukab suaminya. Ia berlari tanpa alas kaki menuruni tebing batu yang tajam hingga kakinya berdarah di air laut.
Sukab menganggap hilangnya sang istri sebagai permainan petak umpet yang menyenangkan untuk menguji cinta.
Demi mencari Halimah yang hilang tanpa jejak, sang suami terus berlayar hingga akhirnya menjadi pelaut dan nelayan paling hebat.
100 tahun kemudian, seorang perempuan terpikat oleh cerita legendaris ini. Dalam perjalanannya menemukan jejak mitos romantis yang telah dilupakan, Ia bertemu gurita jadi-jadian yang mencari saudara kembarnya. Mereka pun melebur hilang bagai ingatan penduduk yang tidak ada sangkut pautnya dengan kisah legenda Halimah dan Sukab 100 tahun yang lalu.
Fiksi jadi-jadian yang melebur dengan Dokumenter jadi-jadian.
Pernah diputar di Jeonju, Tokyo, Locarno dan Yamagata.
Tanggal 19 Mei 2026 diputar di Krapela bersama Dajang Soembi, Kara Anak Sebatang Pohon, Trip To The Wound, dan Hulahoop Soundings.

We are beyond excited to announce that Mariana Renata @marianardantec is joining the Edwin Retrospective: Before the Monster!
Persiapkan pertanyaan terbaik kalian buat sesi Q&A nanti, because it’s going to be an insightful night deep-diving into the world of cinema.
Sampai bertemu di @krapela.live Row 9, Lantai 5 ya! Open gate dimulai jam 7 malam. Pastikan kalian sudah amanin tiketnya di ruangevent.com 🙌🏼
#MonsterPabrikRambut

We are beyond excited to announce that Mariana Renata @marianardantec is joining the Edwin Retrospective: Before the Monster!
Persiapkan pertanyaan terbaik kalian buat sesi Q&A nanti, because it’s going to be an insightful night deep-diving into the world of cinema.
Sampai bertemu di @krapela.live Row 9, Lantai 5 ya! Open gate dimulai jam 7 malam. Pastikan kalian sudah amanin tiketnya di ruangevent.com 🙌🏼
#MonsterPabrikRambut

We are beyond excited to announce that Mariana Renata @marianardantec is joining the Edwin Retrospective: Before the Monster!
Persiapkan pertanyaan terbaik kalian buat sesi Q&A nanti, because it’s going to be an insightful night deep-diving into the world of cinema.
Sampai bertemu di @krapela.live Row 9, Lantai 5 ya! Open gate dimulai jam 7 malam. Pastikan kalian sudah amanin tiketnya di ruangevent.com 🙌🏼
#MonsterPabrikRambut

We are beyond excited to announce that Mariana Renata @marianardantec is joining the Edwin Retrospective: Before the Monster!
Persiapkan pertanyaan terbaik kalian buat sesi Q&A nanti, because it’s going to be an insightful night deep-diving into the world of cinema.
Sampai bertemu di @krapela.live Row 9, Lantai 5 ya! Open gate dimulai jam 7 malam. Pastikan kalian sudah amanin tiketnya di ruangevent.com 🙌🏼
#MonsterPabrikRambut

[𝙁𝙪𝙡𝙡 𝙝𝙤𝙪𝙨𝙚]
A Producer’s Talk on First Feature Film with Meiske Taurisia: Blind Pig Who Wants to Fly | Babi Buta yang Ingin Terbang 🐽
The first feature-length film produced by @dmeiske2 with the director Edwin @lablabalaba in 2008, marking a new beginning in Indonesian filmmaking. It touches upon stories of Chinese minorities, their hopes and obsessions, and what it means to live a life unfulfilled. It’s a kaleidoscope of personal, absurd, and marginalised experiences.
Meiske Taurisia, producer at @palarifilms, will join us to share her experience in producing this film. We’ll dig into the stories behind the scene, what it took to make a film some 20 years ago, and what we can learn about storytelling in film production. For those interested in kicking off their own, this will be a retrospective and insightful talk.
📅 Friday, 29 May
🕰️ 19:00 - 21:00
🏡 Margin Library & Third Space
🎟️ General Public: IDR 75,000
Limited seats available. Registration through the link in our bio.

[𝙁𝙪𝙡𝙡 𝙝𝙤𝙪𝙨𝙚]
A Producer’s Talk on First Feature Film with Meiske Taurisia: Blind Pig Who Wants to Fly | Babi Buta yang Ingin Terbang 🐽
The first feature-length film produced by @dmeiske2 with the director Edwin @lablabalaba in 2008, marking a new beginning in Indonesian filmmaking. It touches upon stories of Chinese minorities, their hopes and obsessions, and what it means to live a life unfulfilled. It’s a kaleidoscope of personal, absurd, and marginalised experiences.
Meiske Taurisia, producer at @palarifilms, will join us to share her experience in producing this film. We’ll dig into the stories behind the scene, what it took to make a film some 20 years ago, and what we can learn about storytelling in film production. For those interested in kicking off their own, this will be a retrospective and insightful talk.
📅 Friday, 29 May
🕰️ 19:00 - 21:00
🏡 Margin Library & Third Space
🎟️ General Public: IDR 75,000
Limited seats available. Registration through the link in our bio.

[𝙁𝙪𝙡𝙡 𝙝𝙤𝙪𝙨𝙚]
A Producer’s Talk on First Feature Film with Meiske Taurisia: Blind Pig Who Wants to Fly | Babi Buta yang Ingin Terbang 🐽
The first feature-length film produced by @dmeiske2 with the director Edwin @lablabalaba in 2008, marking a new beginning in Indonesian filmmaking. It touches upon stories of Chinese minorities, their hopes and obsessions, and what it means to live a life unfulfilled. It’s a kaleidoscope of personal, absurd, and marginalised experiences.
Meiske Taurisia, producer at @palarifilms, will join us to share her experience in producing this film. We’ll dig into the stories behind the scene, what it took to make a film some 20 years ago, and what we can learn about storytelling in film production. For those interested in kicking off their own, this will be a retrospective and insightful talk.
📅 Friday, 29 May
🕰️ 19:00 - 21:00
🏡 Margin Library & Third Space
🎟️ General Public: IDR 75,000
Limited seats available. Registration through the link in our bio.

[𝙁𝙪𝙡𝙡 𝙝𝙤𝙪𝙨𝙚]
A Producer’s Talk on First Feature Film with Meiske Taurisia: Blind Pig Who Wants to Fly | Babi Buta yang Ingin Terbang 🐽
The first feature-length film produced by @dmeiske2 with the director Edwin @lablabalaba in 2008, marking a new beginning in Indonesian filmmaking. It touches upon stories of Chinese minorities, their hopes and obsessions, and what it means to live a life unfulfilled. It’s a kaleidoscope of personal, absurd, and marginalised experiences.
Meiske Taurisia, producer at @palarifilms, will join us to share her experience in producing this film. We’ll dig into the stories behind the scene, what it took to make a film some 20 years ago, and what we can learn about storytelling in film production. For those interested in kicking off their own, this will be a retrospective and insightful talk.
📅 Friday, 29 May
🕰️ 19:00 - 21:00
🏡 Margin Library & Third Space
🎟️ General Public: IDR 75,000
Limited seats available. Registration through the link in our bio.

[𝙁𝙪𝙡𝙡 𝙝𝙤𝙪𝙨𝙚]
A Producer’s Talk on First Feature Film with Meiske Taurisia: Blind Pig Who Wants to Fly | Babi Buta yang Ingin Terbang 🐽
The first feature-length film produced by @dmeiske2 with the director Edwin @lablabalaba in 2008, marking a new beginning in Indonesian filmmaking. It touches upon stories of Chinese minorities, their hopes and obsessions, and what it means to live a life unfulfilled. It’s a kaleidoscope of personal, absurd, and marginalised experiences.
Meiske Taurisia, producer at @palarifilms, will join us to share her experience in producing this film. We’ll dig into the stories behind the scene, what it took to make a film some 20 years ago, and what we can learn about storytelling in film production. For those interested in kicking off their own, this will be a retrospective and insightful talk.
📅 Friday, 29 May
🕰️ 19:00 - 21:00
🏡 Margin Library & Third Space
🎟️ General Public: IDR 75,000
Limited seats available. Registration through the link in our bio.

[𝙁𝙪𝙡𝙡 𝙝𝙤𝙪𝙨𝙚]
A Producer’s Talk on First Feature Film with Meiske Taurisia: Blind Pig Who Wants to Fly | Babi Buta yang Ingin Terbang 🐽
The first feature-length film produced by @dmeiske2 with the director Edwin @lablabalaba in 2008, marking a new beginning in Indonesian filmmaking. It touches upon stories of Chinese minorities, their hopes and obsessions, and what it means to live a life unfulfilled. It’s a kaleidoscope of personal, absurd, and marginalised experiences.
Meiske Taurisia, producer at @palarifilms, will join us to share her experience in producing this film. We’ll dig into the stories behind the scene, what it took to make a film some 20 years ago, and what we can learn about storytelling in film production. For those interested in kicking off their own, this will be a retrospective and insightful talk.
📅 Friday, 29 May
🕰️ 19:00 - 21:00
🏡 Margin Library & Third Space
🎟️ General Public: IDR 75,000
Limited seats available. Registration through the link in our bio.

Putri @auroramanda95 kehilangan ibunya yang tewas akibat lembur tanpa henti. Saat semua dianggap bunuh diri, Ida @lutesha yakin ada sosok yang merasuki pabrik mereka. Kini, Bona @iqbaal.e pun ikut terancam karena keistimewaannya.
Berani ambil lembur di pabrik ini?
Sebuah film persembahan Palari Films
Karya Sutradara Edwin @lablabalaba
Produser Meiske Taurisia @dmeiske2, Muhammad Zaidy @al_zaidy
Diperankan oleh @auroramanda95 @lutesha @iqbaal.e @salpriadi @luqmanrv @didikninithowok umamidori dan
pemain lainnya.
Fan poster
#MonsterPabrikRambut, tayang 4 Juni 2026 di Bioskop

Eyes Wide Club: Edwin Retrospective — Before the Monster 🎥
@palarifilms returns with a curated selection of films by Edwin (@lablabalaba ), a director and filmmaker known for his surreal, absurd, and intimate approach to everyday life.
Before his newest work, 'Monster Pabrik Rambut,' is released, Palari Films presents a special retrospective screening, discussion, and Q&A session — from Postcards from the Zoo (2012) to a compilation of Edwin’s short films featuring guest talk by @dmeiske2 .
Are you ready for 'Monster Pabrik Rambut' and the Edwin Retrospective?
18–19 May 2026
Open Gate 7 PM - Film Starts 8 PM
125K (Includes Drink + Popcorn)
Available at ruangevent.com
Supported by @whiteboardjournal
RSVP: +62 851 8668 5727
ROW 9, 5TH FLOOR

Eyes Wide Club: Edwin Retrospective — Before the Monster 🎥
@palarifilms returns with a curated selection of films by Edwin (@lablabalaba ), a director and filmmaker known for his surreal, absurd, and intimate approach to everyday life.
Before his newest work, 'Monster Pabrik Rambut,' is released, Palari Films presents a special retrospective screening, discussion, and Q&A session — from Postcards from the Zoo (2012) to a compilation of Edwin’s short films featuring guest talk by @dmeiske2 .
Are you ready for 'Monster Pabrik Rambut' and the Edwin Retrospective?
18–19 May 2026
Open Gate 7 PM - Film Starts 8 PM
125K (Includes Drink + Popcorn)
Available at ruangevent.com
Supported by @whiteboardjournal
RSVP: +62 851 8668 5727
ROW 9, 5TH FLOOR

Eyes Wide Club: Edwin Retrospective — Before the Monster 🎥
@palarifilms returns with a curated selection of films by Edwin (@lablabalaba ), a director and filmmaker known for his surreal, absurd, and intimate approach to everyday life.
Before his newest work, 'Monster Pabrik Rambut,' is released, Palari Films presents a special retrospective screening, discussion, and Q&A session — from Postcards from the Zoo (2012) to a compilation of Edwin’s short films featuring guest talk by @dmeiske2 .
Are you ready for 'Monster Pabrik Rambut' and the Edwin Retrospective?
18–19 May 2026
Open Gate 7 PM - Film Starts 8 PM
125K (Includes Drink + Popcorn)
Available at ruangevent.com
Supported by @whiteboardjournal
RSVP: +62 851 8668 5727
ROW 9, 5TH FLOOR

Eyes Wide Club: Edwin Retrospective — Before the Monster 🎥
@palarifilms returns with a curated selection of films by Edwin (@lablabalaba ), a director and filmmaker known for his surreal, absurd, and intimate approach to everyday life.
Before his newest work, 'Monster Pabrik Rambut,' is released, Palari Films presents a special retrospective screening, discussion, and Q&A session — from Postcards from the Zoo (2012) to a compilation of Edwin’s short films featuring guest talk by @dmeiske2 .
Are you ready for 'Monster Pabrik Rambut' and the Edwin Retrospective?
18–19 May 2026
Open Gate 7 PM - Film Starts 8 PM
125K (Includes Drink + Popcorn)
Available at ruangevent.com
Supported by @whiteboardjournal
RSVP: +62 851 8668 5727
ROW 9, 5TH FLOOR
Apa sih definisi 'film jelek'? Kalau kata Edwin sutradara dari Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas : Sesuatu yang di luar ekspektasi, nggak pernah kita alami, memicu diskusi, dan pada akhirnya... bikin kita merasa lebih manusiawi.
Di saat industri kadang terlalu kaku sama aturan teknis, festival ini justru membawa gagasan yang jujur, liar, dan membebaskan. Nggak cuma buat sineas pemula, film-film di sini bahkan bisa menginspirasi filmmaker yang udah lama berproses. Edwin bilang kalau festival dengan spirit independen kayak gini 100% harus diteruskan.
Buat kalian yang selama ini masih nyimpen naskah atau footage nganggur karena insecure hasilnya "jelek", ini tanda buat ide tersebut dieksekusi sekarang juga!
Support terus pergerakan sinema independen lokal! Ada film pendek absurd yang mau lo rekomendasiin ke kita? Tulis di komen ya! 🍿
#FestivalFilmJelek #SinemaIndependen #ClockedOut_SudutSinema #ClockedOutMagz

Pendaftaran DM ditutup. Peserta sudah terkumpul sesuai kapasitas yang kali ini memang masih terbatas.
Bagi yang masih berniat, tulis aja di kolom komentar. Biar suatu saat nanti, jika ada kesempatan workshop lagi, kami bisa mengingatkan untuk bergabung kembali. Terima kasih banyak.

Pendaftaran DM ditutup. Peserta sudah terkumpul sesuai kapasitas yang kali ini memang masih terbatas.
Bagi yang masih berniat, tulis aja di kolom komentar. Biar suatu saat nanti, jika ada kesempatan workshop lagi, kami bisa mengingatkan untuk bergabung kembali. Terima kasih banyak.

Pendaftaran DM ditutup. Peserta sudah terkumpul sesuai kapasitas yang kali ini memang masih terbatas.
Bagi yang masih berniat, tulis aja di kolom komentar. Biar suatu saat nanti, jika ada kesempatan workshop lagi, kami bisa mengingatkan untuk bergabung kembali. Terima kasih banyak.

Pendaftaran DM ditutup. Peserta sudah terkumpul sesuai kapasitas yang kali ini memang masih terbatas.
Bagi yang masih berniat, tulis aja di kolom komentar. Biar suatu saat nanti, jika ada kesempatan workshop lagi, kami bisa mengingatkan untuk bergabung kembali. Terima kasih banyak.

Pendaftaran DM ditutup. Peserta sudah terkumpul sesuai kapasitas yang kali ini memang masih terbatas.
Bagi yang masih berniat, tulis aja di kolom komentar. Biar suatu saat nanti, jika ada kesempatan workshop lagi, kami bisa mengingatkan untuk bergabung kembali. Terima kasih banyak.

Pendaftaran DM ditutup. Peserta sudah terkumpul sesuai kapasitas yang kali ini memang masih terbatas.
Bagi yang masih berniat, tulis aja di kolom komentar. Biar suatu saat nanti, jika ada kesempatan workshop lagi, kami bisa mengingatkan untuk bergabung kembali. Terima kasih banyak.
Der Instagram Story Viewer ist ein einfaches Tool, mit dem Sie Instagram Stories, Videos, Fotos oder IGTV heimlich ansehen und speichern können. Mit diesem Service können Sie Inhalte herunterladen und offline genießen, wann immer Sie möchten. Wenn Sie etwas Interessantes auf Instagram finden, das Sie später überprüfen möchten, oder Stories anonym ansehen möchten, ist unser Viewer ideal für Sie. Anonstories bietet eine ausgezeichnete Lösung, um Ihre Identität zu schützen. Instagram hat die Stories-Funktion erstmals im August 2023 eingeführt, die schnell auch von anderen Plattformen übernommen wurde, dank ihres fesselnden, zeitlich begrenzten Formats. Stories ermöglichen es Nutzern, schnelle Updates zu teilen, sei es Fotos, Videos oder Selfies, ergänzt durch Text, Emojis oder Filter, und sind nur 24 Stunden lang sichtbar. Dieser begrenzte Zeitrahmen sorgt für eine hohe Interaktion im Vergleich zu regulären Posts. Heutzutage sind Stories eine der beliebtesten Methoden, um sich in sozialen Medien zu verbinden und zu kommunizieren. Wenn Sie jedoch eine Story ansehen, kann der Ersteller Ihren Namen in seiner Viewer-Liste sehen, was ein Problem für die Privatsphäre sein kann. Was ist, wenn Sie Stories durchsuchen möchten, ohne bemerkt zu werden? Hier wird Anonstories nützlich. Es ermöglicht Ihnen, öffentliche Instagram-Inhalte anzusehen, ohne Ihre Identität preiszugeben. Geben Sie einfach den Benutzernamen des Profils ein, das Sie interessiert, und das Tool zeigt dessen neueste Stories an. Funktionen des Anonstories Viewers: - Anonymes Browsen: Sehen Sie Stories, ohne in der Viewer-Liste zu erscheinen. - Kein Konto erforderlich: Sehen Sie öffentliche Inhalte, ohne ein Instagram-Konto zu erstellen. - Inhalte herunterladen: Speichern Sie beliebige Story-Inhalte direkt auf Ihrem Gerät für die Offline-Nutzung. - Highlights anzeigen: Greifen Sie auf Instagram-Highlights zu, auch über das 24-Stunden-Fenster hinaus. - Repost-Überwachung: Verfolgen Sie Reposts oder Interaktionen bei Stories für persönliche Profile. Einschränkungen: - Dieses Tool funktioniert nur mit öffentlichen Accounts; private Accounts bleiben unzugänglich. Vorteile: - Datenschutzfreundlich: Sehen Sie sich beliebige Instagram-Inhalte an, ohne bemerkt zu werden. - Einfach und unkompliziert: Keine App-Installation oder Registrierung erforderlich. - Exklusive Tools: Laden Sie Inhalte herunter und verwalten Sie sie auf eine Weise, die Instagram nicht bietet.
Behalten Sie Instagram-Updates diskret im Blick, schützen Sie Ihre Privatsphäre und bleiben Sie anonym.
Sehen Sie Profile und Fotos anonym an, ganz einfach mit dem Private Profile Viewer.
Dieses kostenlose Tool ermöglicht es Ihnen, Instagram Stories anonym anzusehen und dabei Ihre Aktivität vor dem Story-Ersteller zu verbergen.
Anonstories ermöglicht es Nutzern, Instagram-Stories anzusehen, ohne den Ersteller zu benachrichtigen.
Funktioniert nahtlos auf iOS, Android, Windows, macOS und modernen Browsern wie Chrome und Safari.
Priorisiert sicheres, anonymes Browsen, ohne Login-Daten zu benötigen.
Nutzer können öffentliche Stories ansehen, indem sie einfach einen Benutzernamen eingeben – kein Konto erforderlich.
Lädt Fotos (JPEG) und Videos (MP4) mühelos herunter.
Der Dienst ist kostenlos nutzbar.
Inhalte von privaten Accounts sind nur für Follower zugänglich.
Dateien sind nur für persönliche oder Bildungszwecke und müssen Urheberrechtsregeln entsprechen.
Geben Sie einen öffentlichen Benutzernamen ein, um Stories anzusehen oder herunterzuladen. Der Dienst generiert direkte Links, um Inhalte lokal zu speichern.